Detail Berita

Ekonomi & Bisnis

MKSO Tebu Kebun Mumbul Siapkan Langkah Perbaikan Operasional, Targetkan Produktivitas 77 Ton per Hektare

Pewarta : Evelyne

05 Februari 2026

13:22

Keterangan foto : Broto Widyo Lukito, di area perkebunan tebu saat melakukan peninjauan untuk memastikan kondisi tanaman dan kesiapan infrastruktur kebun, 5 Februari 2026 (Evelyne)

JEMBER, enewsindo.co.id - Kinerja keuangan Management KSO Tebu (MKSO) dinilai masih tergolong baik jika tidak memperhitungkan Nilai Kompensasi Minimal (NKM). Bahkan, secara umum tercatat adanya penurunan kerugian dibandingkan periode sebelumnya.

Hal tersebut disampaikan GM MKSO Kebun Mumbul, Broto Widyo Lukito, S.T.P. Ia menjelaskan, tanpa memasukkan komponen NKM, kinerja keuangan MKSO Tebu secara total menunjukkan penurunan kerugian Dari tahun sebelumnya.

“Secara prinsip, kinerja keuangan total MKSO masih bagus. Bahkan ada penurunan kerugian dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya, Kamis (05/02/2026) di saat temui enewsindo.co.id .

Namun demikian, MKSO tetap memiliki kewajiban membayarkan NKM kepada PTPN 1. Nilai kompensasi minimal atas area yang masuk wilayah PTPN 1 tersebut mencapai sekitar Rp430 miliar. Besarnya nilai NKM inilah yang cukup memengaruhi perhitungan akhir kinerja keuangan MKSO.

Dari sisi operasional, Broto mengakui memang terjadi penurunan kinerja operasional. Hal itu dipicu oleh berbagai faktor lapangan, mulai dari terjadinya proses pembungaan tebu, penurunan bobot Tebu Karena voos, pertumbuhan tanaman yang kurang optimal akibat banjir, hingga serangan hama penyakit tanaman Tanaman tebu.

Menghadapi tahun berikutnya, manajemen KSO telah menyiapkan sejumlah langkah perbaikan. Persiapan dilakukan lebih awal dengan menjadikan pengalaman tahun sebelumnya sebagai bahan evaluasi.

“Mulai dari perbaikan performance Tanaman, penyiapan sarana dan prasarana tebang, sistem tebang, muat, angkut, sampai perbaikan infrastruktur kebun, khususnya jalan kebun untuk support TMA,” jelasnya.

Perbaikan jalan kebun terus dilakukan hingga memasuki masa panen. Pada tahun lalu, salah satu kendala operasional dipicu oleh tertutupnya jalur Gumitir yang berdampak pada distribusi hasil panen. Tahun ini, manajemen berharap akses jalan tidak lagi menjadi hambatan.

Dengan berbagai persiapan tersebut, MKSO Kebun Mumbul optimistis kinerja akan tumbuh. Target produktivitas ditetapkan sebesar 77 ton per hektare. Selain itu, pengamanan tanaman terus dilakukan serta penekanan potensi losses saat proses tebang dan angkut dengan menerapkan standar operasional prosedur (SOP) tebangan.

“Harapannya, tahun 2026 menjadi momentum lompatan kinerja yang signifikan, baik dari sisi operasional (produktivitas) maupun kinerja keuangan,” pungkas Broto. 

Tags : #Perkebunantebu #KSU #Produktivitastebu #Kinerjaoperasional #Musimtebang #Infrastrukturkebun #Pertanian #Industrigula #Peninjauanlapangan #JawaTimur

Ikuti Kami :

Komentar