Detail Berita
Duka Pendidikan Indonesia: Bocah Kelas IV SD Akhiri Hidup Akibat Tekanan Ekonomi
Pewarta : Redaksi
03 Februari 2026
11:05
Surat Terakhir Siswa SD Bunuh Diri (Foto:Istimewa)
NTT, enewsindo.co.id - Sebuah tragedi memilukan mengguncang Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, saat YBS (10), seorang siswa kelas IV sekolah dasar, ditemukan tak bernyawa pada Kamis (29/1). Bocah malang tersebut ditemukan tergantung di dahan pohon cengkeh, tak jauh dari pondok sederhana tempat ia tinggal bersama neneknya yang telah renta di Kecamatan Jerebuu.
Di lokasi kejadian, polisi menemukan sepucuk surat tulisan tangan dalam bahasa daerah Ngada yang ditujukan untuk ibundanya, MGT (47). Melalui analisis forensik tulisan tangan, Polres Ngada mengonfirmasi bahwa pesan tersebut memang ditulis oleh korban sebelum mengakhiri hidupnya.
Surat itu berisi ungkapan perpisahan yang sangat emosional. YBS meminta ibunya untuk merelakan kepergiannya dan memohon agar sang ibu tidak terus menangis atau meratapi nasibnya. Sebuah emoji menangis yang digambar di akhir surat menjadi tanda bisu dari beban batin yang dipikulnya sendiri.
Berdasarkan keterangan saksi, terdapat beberapa momen yang menunjukkan perubahan sikap korban sebelum kejadian.
Pertemuan Terakhir: Sekitar pukul 08.00 WITA, beberapa warga sempat melihat YBS duduk termenung di balai-balai bambu depan pondok. Saat ditanya mengapa tidak berangkat ke sekolah, YBS hanya tertunduk dalam diam dengan raut wajah yang sangat sedih.
Nasihat Sang Ibu: Malam sebelumnya, korban sempat menginap di rumah ibunya. Saat akan diantar kembali ke rumah neneknya di pagi hari, sang ibu sempat memberikan wejangan agar YBS rajin sekolah meskipun kondisi ekonomi keluarga sedang dalam titik terendah.
Penemuan Jasad: Pukul 11.00 WITA, seorang saksi yang hendak mengikat ternak terkejut melihat kondisi korban dan langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar.
Kehidupan YBS diwarnai oleh tantangan ekonomi dan kurangnya perhatian figural yang utuh. Ayah kandungnya meninggal dunia sejak YBS masih dalam kandungan, menjadikannya yatim sejak lahir. Ibunya, yang harus menghidupi lima orang anak seorang diri, terhimpit oleh realitas sulitnya mencari nafkah, sehingga YBS lebih banyak menghabiskan waktu bersama neneknya yang berusia 80 tahun.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa tekanan ekonomi keluarga dan keterbatasan fasilitas sekolah diduga kuat menjadi pemicu utama di balik keputusan nekat bocah berusia sepuluh tahun tersebut.
Komentar
Berita Terbaru
Ponpes Al-Islah Bondowoso, Tetapkan Awal Ramadan 18 Februari 2026
13 Februari 2026
17:38
PTPN I Regional 5 Latih 52 Petugas Keamanan Gandeng Rindam V/Brawijaya
13 Februari 2026
13:58
Perhutani KPH Bondowoso Raih Zero Accident Award 2025 Tingkat Provinsi
12 Februari 2026
19:14
Kronologi Penembakan Pesawat Cessna PK-SNR di Papua Selatan
12 Februari 2026
16:28
Genjot Produksivitas Karet, PTPN I Regional 5 Gelar IHT Sadapan di Glantangan Jember
12 Februari 2026
15:25
Berita Terpopuler