Detail Berita
Hukum & Politik
PTPN X Terapkan Empat Strategi Guna Capai 4,2 Juta Ton Tebu Digiling
Pewarta : Anjasmara Enewsindo
22 Februari 2022
06:49
ENEWSINDO, SURABAYA – Pada Musim Giling Tahun 2022 ini, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X menargetkan menggiling tebu sejumlah 4,2 juta ton dengan total produksi gula 340 ribu
ton.
Berbagai upaya dilakukan untuk mencapai target di sisi on farm tersebut, mulai dari
pembentukan kluster pabrik gula, perluasan Tebu Sendiri (TS), Pengamanan Tebu Asli
Daerah (TAD), hingga peningkatan produktivitas tebu dan rendemen.
Upaya pertama adalah pembentukan kluster pabrik gula (PG) berdasarkan wilayah
kerjanya, yaitu Kluster Delta dan Kluster Dhoho.
Kluster Delta ini terdiri dari PG
Kremboong Sidoarjo, PG Gempolkrep Mojokerto, PG Djombang Baru dan PG Tjoekir
Jombang.
Nantinya jumlah tebu yang digiling oleh Kluster Delta mencapai 1,7 Juta Ton.
Sedangkan untuk Kluster Dhoho yang terdiri dari PG Lestari Nganjuk, PG Meritjan Kediri,
PG Pesantren Baru Kediri, PG Ngadiredjo Kediri, dan PG Modjopanggoong Tulungagung
akan menggiling tebu sejumlah 2,5 Juta Ton.
Upaya pembentukan kluster ini nantinya akan
membuat masing-masing wilayah lebih fokus untuk memperoleh pasok BBT dan
meningkatkan sinergi antar pabrik gula sesaudara. Kedua, adalah dengan perluasan TS melalui Agroforestry, Kerjasama Usaha, dan Sewa Lahan.
“Tahun ini ditargetkan perluasan lahan akan mencapai 422 Ha melalui program
Agroforestry dan 535 Ha melalui Kerjasama Usaha dan Sewa Lahan. Adanya penambahan
lahan TS ini akan meningkatkan jumlah pasok tebu juga ke pabrik gula milik PTPN X,”
terang Tuhu Bangun, Direktur PTPN X.
Upaya ketiga yaitu melalui pengamanan Tebu Asli Daerah (TAD), dengan cara menambah
sarana pendukung tebangan, pemberian program-program pendukung untuk petani,
meningkatkan keterikatan dengan petani melalui program Tanggung Jawab Sosial
Lingkungan (TJSL), dan penerapan Sistem Pembelian Tebu (SPT) berbasis kualitas.
Upaya terakhir adalah peningkatan produktivitas tebu dan rendemen melalui pemberian subsidi benih dan introduksi varietas baru di pabrik gula, penjaminan pupuk Tebu Rakyat (TR) melalui Program Makmur, dan memperbaiki manajemen Tebang-Muat-Angkut (TMA).
“Ada lima poin utama dalam perbaikan manajemen TMA, yaitu tata kelola Tebu Rakyat berbasis kawasan, cost reduction & cost efectiveness, akurasi penyediaan sarana TMA, treatment perbaikan mutu tebu, dan fokus pengamanan tebangan Tebu Sendiri,” terang Tuhu.
Tuhu Bangun optimis dengan seluruh upaya tersebut, maka target on farm PTPN X tahun
2022 dapat tercapai. Ketercapaian tersebut didukung pula dengan internalisasi budaya
planters tangguh yang terus dilakukan oleh PTPN X.
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Akhir 2026, Pemkab Jember Targetkan Seluruh ASN Beralih ke e-Kinerja BKN
9 Oktober 2026
18:08
Ekonomi & Bisnis
Siapkan IB Gratis Sapi Red Brahman, DKPPP Jember Sinkronkan Birahi Ternak
9 Oktober 2026
17:36
Pendidikan & Teknologi
Harmoni Tangguh dari Ujung Timur Jawa, MTsN 1 Banyuwangi Unjuk Prestasi di Kejurprov Drum Band PDBI Jatim 2026
9 Oktober 2026
17:25
Hukum & Politik
Pasutri Pembuang Bayi di Kalibaru Banyuwangi Ditangkap, Polisi Telusuri Motif
9 Oktober 2026
16:06
Hukum & Politik
Mobil Cinta Diluncurkan, Pasien di Jember Tak Perlu Bingung Cari Kendaraan untuk Pulang
9 Oktober 2026
15:53