Detail Berita
Tradisi Seblang Bakungan Banyuwangi Jadi Daya Tarik Wisatawan Saat Libur Idul Adha
Pewarta : Hakim Said
01 Juni 2026
10:58
Tradisi Seblang Bakungan Banyuwangi (Foto : Hakim Said)
BANYUWANGI, enewsindo.co.id - Ritual adat Seblang Bakungan yang digelar masyarakat Osing di Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, kembali menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara selama libur panjang Idul Adha 1447 Hijriah.
Tradisi sakral yang diyakini telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu itu digelar setiap bulan Dzulhijah atau sekitar sepekan setelah Hari Raya Idul Adha.
Pada tahun ini, tarian Seblang dibawakan oleh Isni (54), perempuan yang untuk ketiga kalinya dipercaya menjadi penari Seblang. Dalam ritual tersebut, penari menampilkan tarian dalam kondisi trance atau tidak sadar, diiringi alunan gending tradisional seperti Kodok Ngorek dan Seblang Lukinto.
Rangkaian ritual diawali dengan kenduri massal yang digelar warga di sepanjang jalan Kelurahan Bakungan. Sebelum itu, masyarakat melaksanakan shalat Magrib dan shalat hajat bersama di masjid setempat untuk memanjatkan doa keselamatan dan kesejahteraan desa.
Usai berdoa, warga menggelar prosesi ider bumi dengan membawa obor berkeliling kampung. Suasana semakin khidmat ketika warga menikmati hidangan tumpeng dan makanan khas Osing, pecel pithik, secara bersama-sama di bawah cahaya obor.
Puncak ritual berlangsung saat penari Seblang memasuki kondisi trance dan menari dengan mata terpejam. Masyarakat setempat meyakini penari dalam kondisi tersebut tengah dirasuki roh leluhur.
Keunikan ritual tersebut memikat ribuan pengunjung yang datang menyaksikan secara langsung, termasuk wisatawan asal Hungaria, Gergo Zalatnai.
"Unik. Penarinya paruh baya dan sedang kehilangan kesadaran. Sangat tidak lazim, tetapi justru itu yang membuatnya menarik. Saya belum pernah melihat hal seperti ini di tempat lain," kata Gergo.
Wisatawan asal Yogyakarta, Riski, juga mengaku terkesan dengan suasana ritual yang sarat nilai budaya dan kebersamaan masyarakat.
"Terkesan, terasa nuansa magisnya. Saya juga kagum melihat warga yang terus bergotong royong menyelenggarakan tradisi ini setiap tahun," ujarnya.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi komitmen masyarakat Osing Bakungan dalam menjaga tradisi leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Menurut Ipuk, pelestarian Seblang tidak hanya penting sebagai upaya menjaga warisan budaya, tetapi juga menjadi sarana memperkuat identitas daerah di tengah perkembangan zaman.
"Tradisi ini bukan sekadar menjaga warisan leluhur, tetapi juga memastikan budaya lokal tetap eksis di tengah modernisasi. Ini juga menjadi ajang memperkuat semangat gotong royong dan persaudaraan warga," katanya.
Di Banyuwangi, tradisi Seblang masih dapat dijumpai di dua wilayah, yakni Kelurahan Bakungan dan Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, yang merupakan kawasan masyarakat adat Osing.
Seblang Bakungan digelar setiap bulan Dzulhijah dan dibawakan oleh penari perempuan paruh baya, sedangkan Seblang Olehsari diselenggarakan setelah Idul Fitri dengan penari yang masih berusia muda. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Ekonomi & Bisnis
Peluncuran Rute Jember-Surabaya Diharapkan Dongkrak Ekonomi dan Konektivitas Daerah
1 Juni 2026
11:49
Ekonomi & Bisnis
Dua Bersaudara Asal Banyuwangi Raih Prestasi Tertinggi di Festival Musik Internasional Malaysia
1 Juni 2026
11:23
Hukum & Politik
Peringati Hari Lahir Pancasila PTPN I Perkuat Solidaritas dan Integritas Karyawan
1 Juni 2026
11:10
Ekonomi & Bisnis
Tradisi Seblang Bakungan Banyuwangi Jadi Daya Tarik Wisatawan Saat Libur Idul Adha
1 Juni 2026
10:58
Hukum & Politik
Milad ke-109, Aisyiyah Teguhkan Komitmen Pemberdayaan Masyarakat
1 Juni 2026
10:43