Detail Berita

Ekonomi & Bisnis

Petik Kopi PTPN I Regional 5 di Afdeling Rayap Arjasa, Target Produksi 300 Ton

Pewarta : Evelyne

21 Mei 2026

15:47

Petik Kopi di Afdeling Rayap PTPN I Regional 5 (Foto. : Evelyne)

JEMBER, enewsindo.co.id - PTPN I Regional 5 menggelar doa bersama dan selamatan petik kopi di Afdeling Rayap, Kecamatan Arjasa, kabupaten Jember, Kamis (21/5/2026). 

Kegiatan bertema “Dengan Semangat Entreplanters, Kita Wujudkan Kinerja dan Produktivitas Kopi Robusta Excellence” itu digelar menjelang musim panen kopi robusta tahun ini.

Manager Kebun Renteng Banjarsari, Benny Hendricrianto, S.P , M.M. mengatakan Afdeling Rayap menjadi satu-satunya lokasi penanaman kopi di Kecamatan Arjasa. Berbeda dengan komoditas karet yang tersebar di lima afdeling.

“PTPN 1 Regional 5, khususnya Afdeling Rayap, akan terus bersinergi dan berkolaborasi untuk berkontribusi dalam tata kerja,” kata Benny.

Foto:  Camat Arjasa Andri Purnomo menyerahkan tumpeng kepada Manager Kebun Renteng Banjarsari sebagai ucapan syukur.

Menurut Benny, pekerjaan petik kopi memiliki tantangan berbeda dibanding penyadapan karet. Sebab, proses petik kopi menyesuaikan tingkat kematangan buah sehingga lebih dinamis.

Ia menyebut target panen kopi diproyeksikan berlangsung selama lima bulan ke depan. Pada tahap awal, tenaga kerja berasal dari internal kebun. Sedangkan saat puncak panen Juli-Agustus, perusahaan akan mendatangkan tenaga kerja dari luar daerah.

“Tahun ini target produksi kami sebesar 300 ton. Target itu diharapkan bisa tercapai melalui kekompakan serta hubungan baik internal maupun eksternal,” ujarnya.

PTPN, lanjut Benny, juga terus beradaptasi terhadap transformasi dan regulasi agar produktivitas tetap optimal. Salah satu fokus utama yakni menjaga kualitas hasil petik kopi.

Foto: Camat Arjasa Andri Purnomo melakukan simbolis Kegiatan Petik Kopi PTPN 1 Regional 5.

Menurutnya, standar petik kopi di lingkungan PTPN adalah petik merah dengan tingkat kematangan 95 persen. Buah hijau tidak diperbolehkan dipanen karena memengaruhi kualitas rasa kopi.

“Kualitas kopi sangat ditentukan oleh mutu petikan. Kalau dipetik hijau akan menghasilkan rasa grassy. Tetapi kalau petik merah, kualitas kopi bisa mencapai grade tinggi, bahkan 80 plus sampai 90 plus,” jelasnya.

Ia menambahkan, mayoritas kopi produksi PTPN I Regional 5 diekspor ke Italia dengan persentase mencapai sekitar 80 persen. Ukuran biji kopi medium atau size 5-6 milimeter menjadi yang paling dominan dan memiliki nilai jual lebih tinggi.

Selain itu, tingginya nilai tukar dolar Amerika Serikat dinilai turut mendukung daya saing kopi robusta produksi PTPN di pasar internasional.

Sementara itu, Camat Arjasa Andri Purnomo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut, mulai dari jajaran direksi PTPN, Muspika, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama.

Foto: Ketua IKBI Kebun Renteng menghadiri Kegiatan Petik Kopi PTPN 1 Regional 5.

Ia menilai kegiatan doa bersama dan selamatan petik kopi bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi juga bagian dari dukungan terhadap transformasi PTPN dan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Harapannya panen kopi tahun ini mencapai target dan membawa berkah, bukan hanya untuk PTPN tetapi juga masyarakat Arjasa,” ujarnya.

Andri juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi semua pihak dalam mendukung pengentasan kemiskinan di Kabupaten Jember serta menjaga pengendalian lingkungan.

Acara tersebut turut dihadiri perwakilan Head Office PTPN I Regional 5, unsur Muspika, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta organisasi IKBI. (*)

Tags : #PTPNRegional5 #PetikKopi KopiRobusta #AfdelingRayap #Arjasa #Jember #PanenKopi #KopiEkspor RobustaExcellence

Ikuti Kami :

Komentar