Detail Berita

Ekonomi & Bisnis

Panen Perdana Kopi Arabika Ijen Dimulai, JCE Libatkan 4.000 Pekerja dan Tebar Santunan

Pewarta : Evelyne

11 Mei 2026

12:10

Panen perdana kopi Arabika Java Coffee Estate (JCE) di Afdeling Plalangan, Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Bondowoso, menandai dimulainya musim petik kopi 2026 (Foto : Evelyne)

BONDOWOSO, enewsindo.co.id - Hamparan kebun kopi di Afdeling Plalangan, Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, mulai dipenuhi aktivitas panen kopi Arabika, Senin (11/5/2026).

Momentum panen yang digelar PTPN I Regional 5 melalui unit usaha Java Coffee Estate (JCE) itu menjadi penanda dimulainya musim petik dan buka giling kopi tahun 2026.

Usai panen perdana, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama bertema “Memetik dengan Syukur, Menggiling dengan Semangat, Menjaga Harapan untuk Masa Depan”.

Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran manajemen PTPN, Forkopimda, Forkopimca Kecamatan Ijen, tokoh masyarakat, hingga organisasi pendamping perusahaan.

Selain doa bersama, kegiatan juga diisi donor darah dan santunan bagi anak yatim di sekitar wilayah kerja sebagai bentuk kepedulian sosial perusahaan terhadap masyarakat sekitar kebun.


Hadir mewakili Region Head PTPN I Regional 5, Operation Head Asep Sontani menyampaikan bahwa momentum panen kopi bukan sekadar agenda tahunan, melainkan simbol perjalanan panjang penuh kesabaran dan harapan.

“Filosofi kopi itu ada pahit, asam, dan manis. Itu menggambarkan keseimbangan kehidupan dan kerja sama. Kami berharap KSO Kopi Arabika antara PTPN I Regional 5 dan PTPN 4 membawa dampak positif serta keberkahan bagi masyarakat dan seluruh stakeholder,” ujarnya.

Asep menuturkan, proses budidaya kopi Arabika membutuhkan komitmen besar sejak penanaman, perawatan, hingga panen. Karena itu, panen perdana tahun ini dianggap sebagai buah dari ketekunan dan kepasrahan kepada Tuhan.

Menurutnya, rasa pahit kopi melambangkan kejujuran dan konsistensi dalam bekerja. “Kalau dibungkus rasa syukur, maka pahit itu akan berubah menjadi manis,” katanya.

Ia juga berharap seluruh aktivitas panen dan pengolahan kopi di kawasan Jampit, Blawan, dan Ijen senantiasa mendapat keberkahan dan berjalan lancar.


Sementara itu, Manager KSO JCE Hastudi Yunarko menjelaskan bahwa doa bersama dan selawat digelar untuk memohon kelancaran proses petik dan giling kopi yang akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan.

“Pekerjaan petik kopi dimulai Mei hingga September 2026 dengan target 7.500 ton kopi gelondong atau setara sekitar 1.300 ton kopi kering,” jelasnya.

Menurut Hastudi, target besar tersebut membutuhkan dukungan penuh seluruh keluarga besar Java Coffee Estate dan masyarakat sekitar kawasan Ijen.

Ia mengungkapkan, selama musim petik dan giling, JCE melibatkan sekitar 4.000 tenaga kerja setiap hari. Aktivitas tersebut sekaligus menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekitar perkebunan.

“Perputaran upah pekerja selama musim petik mencapai sekitar Rp5 miliar per bulan, bahkan bisa menyentuh Rp7 miliar setiap bulannya,” ungkapnya.

Bupati Bondowoso sebenarnya dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut. Namun karena ada musibah keluarga, kehadirannya diwakili dengan penyampaian salam kepada seluruh peserta acara.

Dengan dimulainya musim petik dan giling kopi Arabika 2026, JCE berharap hasil panen tahun ini mampu menjaga kualitas kopi unggulan Ijen sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat sekitar perkebunan. (*)

Tags : #PanenKopiIjen #JCE2026 #KopiArabika #Bondowoso #JavaCoffeeEstate #PanenKopi #IjenCoffee #enewsindo

Ikuti Kami :

Komentar