Detail Berita
Sonny Danaparamita Tekankan RHL Harus Berbasis Ekonomi Hijau, Kelompok Tani Diminta Jadi Motor Penggerak
Pewarta : Evelyne
04 Mei 2026
22:35
Anggota DPR RI Komisi IV, Sonny T. Danaparamita di acara sosialisasi RHL di Banyuwangi (foto : Evelyne)
BANYUWANGI, enewsindo.co.id - Anggota DPR RI Komisi IV, Sonny T. Danaparamita, menegaskan bahwa program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) tidak hanya berfokus pada pelestarian lingkungan, tetapi juga harus mampu mendorong tumbuhnya ekonomi hijau di tingkat masyarakat.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis (bimtek) pelaksanaan RHL di Kabupaten Banyuwangi, Senin (4/6/2026), yang melibatkan kelompok tani hutan, program Kebun Bibit Rakyat (KBR), serta berbagai pemangku kepentingan sektor kehutanan.
Sonny menilai, keberhasilan rehabilitasi hutan sangat ditentukan oleh keterlibatan aktif masyarakat, terutama kelompok tani yang berada langsung di kawasan sekitar hutan.
“RHL ini tidak boleh hanya berhenti pada penanaman pohon. Harus ada nilai ekonomi yang tumbuh, sehingga masyarakat juga merasakan manfaatnya secara langsung,” kata Sonny.
Ia mendorong agar kelompok tani tidak hanya menjadi pelaksana program, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi berbasis kehutanan, seperti pengembangan tanaman produktif, agroforestri, hingga usaha berbasis hasil hutan bukan kayu.
Dalam kesempatan itu, Sonny juga menyoroti pentingnya pendampingan berkelanjutan dari pemerintah agar program KBR dan bibit produktif benar-benar memberikan hasil jangka panjang.
“Pendampingan ini penting agar masyarakat tidak berjalan sendiri. Harus ada transfer pengetahuan dan penguatan kelembagaan,” ujarnya.
Kepala BPDAS Brantas Sampean, Muchtar Efendi, menyambut baik dorongan tersebut. Ia menegaskan bahwa konsep RHL saat ini memang diarahkan untuk mengintegrasikan aspek ekologi dan ekonomi masyarakat.
“Rehabilitasi hutan tidak bisa dilepaskan dari kesejahteraan masyarakat. Karena itu kami terus mendorong model berbasis partisipasi,” katanya.
Sementara itu, perwakilan kelompok tani hutan, Nur Ali, mengaku pendekatan berbasis ekonomi hijau memberikan harapan baru bagi petani di sekitar kawasan hutan.
“Kalau ada nilai ekonomi, kami semakin semangat menjaga hutan. Jadi bukan hanya menanam, tapi juga bisa mendapatkan hasil,” ujarnya.
Melalui penguatan konsep ekonomi hijau ini, diharapkan program RHL di Banyuwangi tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Bukan Sekadar Pendataan, Sensus Ekonomi 2026 Jadi Peta Jalan Ekonomi Banyuwangi
18 Juni 2026
17:50
Pendidikan & Teknologi
Bupati Banyuwangi Ipuk Larang Sekolah Negeri Tarik Pungutan saat PPDB
18 Juni 2026
17:40
Hukum & Politik
PKB Minta PDIP Tegaskan Sikap: Oposi Ya Oposi , Jangan Abu-Abu
18 Juni 2026
17:01
Ekonomi & Bisnis
PTPN I Regional 5 Kebun Kalibakar Pancusari Gelar Workshop Kuasai Strategi Publikasi Perusahaan
18 Juni 2026
14:45
Hukum & Politik
Pemkab Nias Selatan Gelar Bimtek SIPD BMD, Benahi Pengelolaan Aset Daerah
18 Juni 2026
14:03