Detail Berita

Pendidikan & Teknologi

Gerakan 1 GTK 1 ATS Digeber, Disdik Kediri Bidik Penurunan Drastis Anak Tak Sekolah

Pewarta : Siddik

04 Mei 2026

18:36

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin ditemui media di ruang kerjanya (foto : Siddik)

KABUPATEN KEDIRI, enewsindo.co.id - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kediri tancap gas menekan angka anak tidak sekolah (ATS). Momentum Hari Pendidikan Nasional dimanfaatkan untuk menggerakkan program bertajuk Gerakan 1 GTK 1 ATS (Satu Guru dan Tenaga Kependidikan, Satu Anak Tidak Sekolah).

Kepala Disdik Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin menegaskan, seluruh guru dan tenaga kependidikan (GTK) wajib turun langsung ke lapangan. Mereka diminta aktif mencari dan mengajak kembali anak-anak yang putus sekolah agar kembali mengenyam pendidikan.

“Semua GTK harus bergerak. Mereka wajib mengunjungi dan menemukan anak-anak yang belum sekolah, lalu mengembalikannya ke bangku pendidikan,” tegas Muhsin saat ditemui di sela rapat MKKS SMP Negeri se-Kabupaten Kediri, Senin (4/5).

Program ini digeber selama satu bulan penuh, mulai 1 hingga 31 Mei. Targetnya tidak main-main. Dari total sekitar 6.100 anak tidak sekolah saat ini, Disdik berharap angka tersebut bisa ditekan drastis.

“Minimal bisa turun menjadi kisaran 2.000 sampai 3.000 anak dalam satu bulan ini,” ujarnya optimistis.

Tak hanya fokus pada penanganan, Disdik juga mengedepankan langkah pencegahan. Terutama menjelang dan setelah pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), guru diminta melakukan deteksi dini terhadap siswa yang berpotensi tidak melanjutkan sekolah.

“Guru harus sudah memetakan sejak awal, khususnya siswa kelas akhir seperti kelas 6 SD, siapa yang berpotensi tidak melanjutkan,” tambahnya.

Muhsin mengakui, faktor ekonomi masih menjadi penyebab dominan anak putus sekolah. Karena itu, pemkab menyiapkan berbagai skema bantuan, mulai dari beasiswa hingga bantuan perlengkapan sekolah.

“Kalau kendalanya biaya, seperti seragam atau kebutuhan sekolah, akan kita bantu. Tidak boleh ada anak berhenti sekolah karena alasan ekonomi,” tegasnya.

Dengan pola kerja terstruktur dan kolaborasi seluruh elemen pendidikan, Disdik Kediri optimistis lonjakan ATS bisa dicegah, terutama pada awal tahun ajaran baru.

“Target kami, Agustus nanti tidak ada peningkatan angka ATS karena semuanya sudah diantisipasi sejak dini,” pungkasnya.

Program ini menjadi bukti komitmen Pemkab Kediri dalam memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikan secara merata tanpa terkecuali. (*)

Tags : #GerakanGTK #1GTK1ATS #KediriPendidikan #AnakKembaliSekolah #TekanATS #Hardiknas2026 #DisdikKediri #enewsindo

Ikuti Kami :

Komentar