Detail Berita
Bupati Jember Sebut Verval Massal Bagian dari Pembenahan Data Kemiskinan
Pewarta : Evel
21 April 2026
11:49
Bupati Jember Muhammad Fawait saat berdialog dalam program “Wadul Gus’e Malam” membahas verval data kemiskinan di Jember (foto : Evelyne, Screenshot acara Wadul Gus'e )
JEMBER, enewsindo.co.id - Sebanyak 22 ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dikerahkan untuk melakukan verifikasi dan validasi (verval) data kemiskinan pada 18–24 April 2026 guna meningkatkan akurasi penerima bantuan sosial.
Kegiatan tersebut menyasar sekitar 97 ribu warga dalam kategori miskin ekstrem, sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan program bantuan lebih tepat sasaran.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengatakan langkah tersebut diambil karena data kemiskinan yang selama ini digunakan dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil masyarakat.
“Sering kali ada tuduhan, oh itu karena orang dalam, oh itu karena kenal pejabat ini. Kita tidak bisa mengobati penyakit jika diagnosanya salah,” ujar Fawait dalam diskusi publik “Wadul Gus’e Malam”.
Ia menyebut Kabupaten Jember saat ini berada dalam kondisi “darurat kemiskinan”, sehingga membutuhkan langkah luar biasa, termasuk pelibatan ASN secara masif dalam proses pembaruan data.
Menurut dia, meskipun data kemiskinan telah disusun oleh berbagai pihak seperti Badan Pusat Statistik dan pendamping sosial, pendekatan sektoral masih berpotensi menimbulkan ketidaksinkronan di lapangan.
“Bukan kita tidak percaya data dari BPS atau teman-teman pendamping, mereka telah bekerja keras. Tapi kita tidak boleh ego sektoral,” katanya.
Fawait menjelaskan, pelibatan ASN dalam verval bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas dan objektivitas data, sekaligus meminimalkan intervensi kepentingan di tingkat akar rumput.
“Dengan melibatkan ASN dalam verval, kita ingin ada akuntabilitas dan objektivitas yang lebih tinggi. Ini bukan sekadar urusan angka, ini urusan perut rakyat,” ujarnya.
Selain itu, kebijakan tersebut diharapkan dapat mempercepat pembaruan data secara real-time serta meningkatkan kepekaan sosial aparatur terhadap kondisi masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya integrasi data lintas sektor agar distribusi bantuan sosial tidak lagi meleset dari sasaran.
Meski demikian, pengerahan ASN dalam jumlah besar berpotensi menambah beban kerja aparatur di tengah pelayanan publik yang tetap harus berjalan. Menanggapi hal itu, Fawait menilai kondisi yang dihadapi daerahnya tidak lagi normal.
“Keadaan sedang darurat, tidak memandang itu dokter, bidan, guru, kepala sekolah. Jadi mari jangan ada ego sektoral, kita bersatu melawan kemiskinan di Jember,” katanya.
Ia menambahkan, verval data tersebut merupakan langkah awal dari pembenahan sistem data kemiskinan di daerah, meskipun efektivitasnya masih akan bergantung pada perbaikan tata kelola program dan distribusi sumber daya. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Silaturahmi dengan Guru Ngaji dan Tokoh Agama, Gus Fawait Minta Doa agar Mampu Wujudkan Jember Baru
20 Juli 2026
16:18
Hukum & Politik
BNKP Jemaat Daro-Daro Resmikan Rumah Dinas Pendeta, Ephorus Lantik Pendeta Fungsional
20 Juli 2026
15:32
Pendidikan & Teknologi
Bupati Jember Ingatkan Bahaya Pernikahan Dini, Dorong Pelajar Raih Pendidikan Setinggi Mungkin
20 Juli 2026
15:22
Hukum & Politik
Minta SP2HP ke Kejari Jember, Pelapor Desak Pengusutan Dugaan Penyelewengan Dana Desa Rowo Indah
20 Juli 2026
13:01
Hukum & Politik
Bupati Nias Selatan Sambut Kapolres Baru, Harapkan Sinergi Perkuat Keamanan Daerah
19 Juli 2026
22:10