Detail Berita
Dari TGX Women Summit, Mas Ipin Gaungkan Semangat Kartini untuk Semua
Pewarta : Evelyne
18 April 2026
21:52
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin (kiri) bersama Novita Hardini saat menghadiri TGX Women Summit dalam rangka peringatan Hari Kartini di Trenggalek (foto : Istimewa)
TRENGGALEK, enewsindo.co.id -Peringatan Hari Kartini di Kabupaten Trenggalek tak hanya menjadi ruang refleksi bagi perempuan. Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menegaskan bahwa semangat Kartini sejatinya milik semua orang yang memiliki kemauan untuk berubah.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri TGX Women Summit yang digelar dalam rangka memperingati Hari Kartini. Kehadiran Mas Ipin sapaan akrabnya itu, sekaligus menjadi simbol dukungan terhadap gerakan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di daerahnya.
Dalam forum tersebut, Mas Ipin mengaku banyak belajar tentang isu gender. Bahkan, ketertarikannya menempuh studi gender di jenjang magister tidak lepas dari inspirasi Novita Hardini.
“Saya sangat kagum sekali, karena saya sendiri juga pembelajar. Saya sekolah studi gender di S2, itu juga inspirasi dari Bunda Novita,” ujarnya.
Mas Ipin juga tak segan mengakui masih adanya ego patriarki dalam dirinya yang terus ia upayakan untuk ditekan. Menurutnya, kesetaraan tidak cukup hanya menjadi wacana, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata, termasuk dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menilai momentum ini sebagai pengingat bahwa laki-laki dan perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi. Karena itu, semangat Raden Ajeng Kartini dinilai tetap relevan lintas gender.
“Semangat Kartini bukan hanya untuk perempuan, tapi untuk semua yang mau berubah,” tegasnya.
Mas Ipin juga menyoroti filosofi sederhana dari perjuangan Kartini, yakni “saya mau”. Baginya, kemauan adalah fondasi utama dalam mendorong perubahan, baik secara personal maupun sosial.
Ia turut mengangkat kisah historis Kartini yang mendorong lahirnya terjemahan Al-Qur’an beraksara Arab Pegon melalui pemikiran Kyai Soleh Darat. Dari kegelisahan untuk memahami makna kitab suci, lahir karya penting yang menjadi tonggak literasi keislaman di Nusantara.
“Kartini mau belajar, mau didengar, dan mau mendobrak batas. Itu yang harus kita teladani,” imbuhnya.
Di akhir sambutannya, Mas Ipin mengajak masyarakat Trenggalek, baik laki-laki maupun perempuan, untuk berani menumbuhkan kemauan memperbaiki diri. Menurutnya, peringatan Hari Kartini harus menjadi momentum bersama untuk membangun semangat perubahan.
“Kalau kita punya kemauan, saya yakin kita bisa menghadapi tantangan dan menciptakan masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Ekonomi & Bisnis
Kartini 2026 Harus Sehat Mental, Ini Pesan IKBI Wonosari
18 April 2026
22:45
Hukum & Politik
Dari TGX Women Summit, Mas Ipin Gaungkan Semangat Kartini untuk Semua
18 April 2026
21:52
Pendidikan & Teknologi
Novita Hardini luncurkan buku “Bising dan Hening” di Trenggalek
18 April 2026
21:43
Pendidikan & Teknologi
Momentum Hari Kartini, Novita Hardini Ajak Perempuan Bangkit dan Berkarya
18 April 2026
21:34
Pendidikan & Teknologi
Semangat Kartini Menggema di TGX Women Summit 2026
18 April 2026
21:12