Detail Berita

Hukum & Politik

Kasus DBD di Banyuwangi Mulai Naik Saat Pancaroba, Dinkes Minta Warga Waspada

Pewarta : Evelyne

16 April 2026

16:15

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat (foto : Istimewa)

BANYUWANGI, enewsindo.co.id - Tren kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Banyuwangi mulai menunjukkan peningkatan seiring masa peralihan musim. Dinas Kesehatan setempat mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, mengatakan lonjakan kasus mulai terlihat sejak Maret 2026. Pada Januari dan Februari masing-masing tercatat dua kasus positif, sementara pada Maret meningkat menjadi enam kasus.

“Mulai Maret kemarin ada peningkatan kasus. Di bulan Januari dan Februari masing-masing hanya dua kasus positif, lalu di bulan Maret meningkat menjadi enam kasus,” kata Amir, Kamis, (16/4/ 2026).

Ia menjelaskan, peningkatan kasus ini dipengaruhi pola cuaca saat masa pancaroba. Curah hujan tinggi pada awal tahun membuat tempat penampungan air meluap sehingga tidak menjadi tempat ideal bagi perkembangbiakan nyamuk. Namun, kondisi berbeda terjadi ketika hujan turun di tengah cuaca panas.

Menurut Amir, kombinasi hujan dan panas menciptakan lingkungan yang justru mendukung berkembangnya nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penyebab DBD. Air yang tertampung tidak meluap dan mengendap, sehingga menjadi tempat berkembang biak yang optimal.

“Kalau hujan disertai panas, tempat penampungan air akan terisi, lalu airnya tidak tumpah lagi. Kondisi itu menjadi breeding place yang sangat baik untuk nyamuk,” ujarnya.

Amir menegaskan, periode pergantian musim, baik dari musim hujan ke kemarau maupun sebaliknya, merupakan fase yang paling rawan terhadap peningkatan kasus DBD.

Meski tren mulai meningkat, hingga saat ini belum terdapat laporan kasus kematian akibat DBD di Banyuwangi. Namun demikian, masyarakat diminta tidak lengah dan tetap disiplin dalam melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

“Alhamdulillah sampai sekarang belum ada yang meninggal. Tapi kewaspadaan harus tetap ditingkatkan,” katanya.

Dinas Kesehatan juga menginstruksikan seluruh puskesmas dan tim surveilans di wilayah untuk terus memantau perkembangan kasus serta mengintensifkan edukasi kepada masyarakat. Upaya pencegahan, seperti menguras dan menutup tempat penampungan air serta menjaga kebersihan lingkungan, dinilai menjadi langkah kunci untuk menekan potensi lonjakan kasus DBD. (*)

Tags : #DBDBanyuwangi #WaspadaDBD #MusimPancaroba #KesehatanMasyarakat #CegahDBD #enewsindo

Ikuti Kami :

Komentar