Detail Berita
Ledakan Hebat Guncang Dapur MBG di Ngawi, Satu Pekerja Alami Luka Bakar
Pewarta : Redaksi
08 April 2026
12:41
Ilustrai SPPG MBG pada 8 April 2026 (Foto: Istimewa)
NGAWI, enewsindo.co.id - Sebuah ledakan hebat mengguncang Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di Desa Kandangan, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, pada Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 18.51 WIB.
Insiden tersebut menyebabkan kerusakan parah pada bangunan dan memicu kepanikan di kalangan pekerja maupun warga sekitar. Ledakan diduga berasal dari alat pengering ompreng yang digunakan dalam operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peristiwa tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan detik-detik saat ledakan terjadi. Dalam rekaman itu, sejumlah pekerja terlihat tengah melakukan proses pembersihan serta pengeringan ompreng wadah makanan yang biasa digunakan dalam distribusi program MBG.
Tak ada tanda peringatan sebelumnya, ledakan tiba-tiba terjadi dan langsung membuat para pekerja panik. Mereka berlarian keluar ruangan untuk menyelamatkan diri, bahkan beberapa di antaranya tampak terjatuh saat mencoba melewati puing-puing bangunan yang mulai runtuh.
Akibat kejadian tersebut, satu orang pekerja mengalami luka serius. Korban diketahui bernama Angga Mohamad Tohari (28), warga setempat. Ia mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Widodo Ngawi untuk mendapatkan penanganan medis.
Kerasnya ledakan tidak hanya dirasakan oleh pekerja di dalam bangunan, tetapi juga mengejutkan warga sekitar. Suara dentuman yang cukup besar membuat warga berhamburan keluar rumah untuk mencari tahu sumber kejadian. Situasi sempat diliputi kepanikan sebelum akhirnya diketahui bahwa ledakan berasal dari area dapur SPPG.
“Kami kira ada yang menabrak rumah, tapi ternyata ledakannya dari dapur SPPG,” kata salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Sementara itu, Salah satu pekerja, Andika David, mengungkapkan bahwa ledakan terjadi secara mendadak di tengah proses pembersihan. Ia menyebut tidak ada tanda-tanda sebelumnya yang mengindikasikan akan terjadi insiden tersebut. Hingga saat ini, penyebab pasti ledakan masih dalam tahap penyelidikan, meskipun dugaan awal mengarah pada kerusakan atau gangguan pada alat pengering ompreng.
“Tak ada tanda-tanda sebelumnya, tiba-tiba ledakan terjadi. Kami semua panik dan langsung berlari keluar,” ujar Andika David saat dikonfirmasi awak media.
Pihak berwenang diharapkan segera melakukan investigasi menyeluruh guna memastikan penyebab pasti kejadian sekaligus mencegah insiden serupa terulang. Sementara itu, aktivitas di lokasi SPPG untuk sementara waktu dihentikan hingga kondisi dinyatakan aman dan proses evaluasi selesai dilakukan. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Pendidikan & Teknologi
Libatkan Swasta, Pemerintah Banyuwangi Rehabilitasi 134 Sekolah Meski Anggaran Efisien
24 Mei 2026
19:41
Hukum & Politik
SE UPP Telukdalam Soal Angkut BBM Pakai Kapal Tradisional Dinilai Berpotensi Langgar Aturan
24 Mei 2026
12:34
Hukum & Politik
Desa Tak Lagi Bisa Abai, Nias Selatan Mulai Susun Aturan Perlindungan Anak dari Tingkat Akar Rumput
24 Mei 2026
12:03
Hukum & Politik
Bocah Tanpa Identitas di Nias Selatan Akhirnya Bertemu Keluarga
24 Mei 2026
11:51
Hukum & Politik
Ratusan Warga Binaan Lapas Banyuwangi Makan Bersama, Bangun Rasa Kekeluargaan
23 Mei 2026
19:59