Detail Berita
Warga Grenden Desak Pengaturan Jam Truk Pabrik Semen
Pewarta : Redaksi
07 April 2026
15:47
Demo tolak perubahan jam operasional pabrik semen imasco 08-April-2026 (foto: istimewa)
JEMBER enewsindo.co.id - Warga Desa Grenden, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, kembali mengungkapkan kekhawatiran mengenai lalu lintas truk pengangkut material dari pabrik semen yang melintas di daerah mereka.
Tuntutan ini muncul sebagai respon terhadap tingginya frekuensi lalu lintas truk besar yang dianggap mengganggu kenyamanan dan membahayakan keselamatan masyarakat
Dalam sehari, aktivitas truk berlangsung hampir tanpa henti, mulai dari pagi hingga malam. Keberadaan truk-truk besar ini semakin mencolok ketika mereka melintas di luar jam yang dianggap wajar.
Hal ini telah menimbulkan keresahan di kalangan warga, terutama pada jam-jam sibuk di mana masyarakat beraktivitas. Mujib, seorang perwakilan warga, mengekspresikan kekhawatiran mereka.
"Kami sangat khawatir akan risiko kecelakaan, terutama ketika truk-truk besar terus melintas saat pagi dan siang yang sudah padat." Ujar Mujib.
Masalah ini tidak hanya terbatas pada keselamatan, tetapi juga mencakup kebisingan yang dihasilkan dan kerusakan infrastruktur jalan desa. Warga menilai bahwa kondisi jalan semakin memburuk akibat beban berat truk yang melintas setiap hari, yang tentunya berpotensi merugikan masyarakat.
Sebelumnya, telah dilakukan beberapa upaya mediasi antara warga dan pihak pabrik semen, tetapi hasilnya belum memuaskan. Dalam rangka mencapai kesepakatan, warga memastikan akan melanjutkan aksi mereka dengan mengadakan mediasi lanjutan.
Mereka menekankan pentingnya pembatasan jam operasional truk, terutama pada pagi hari saat anak-anak pergi ke sekolah dan sore hari ketika aktivitas masyarakat meningkat.
Warga Desa Grenden meminta agar perusahaan semen dan pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata untuk mengatur ulang jam operasional kendaraan berat tersebut. Mereka mengingatkan bahwa dampak lalu lintas truk tidak hanya dirasakan di desa mereka, tetapi juga dapat meluas ke wilayah Jombang, Kencong, dan Gumukmas.
Hingga saat ini, warga masih menunggu adanya dialog yang konstruktif, melibatkan pihak pabrik semen, pemerintah desa, dan instansi terkait lainnya. Mereka berharap agar solusi konkret dapat segera ditemukan, demi menjaga kenyamanan, keselamatan, dan keberlangsungan aktivitas masyarakat. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Pendidikan & Teknologi
Gebyar PAUD Nias Selatan Jadi Momentum Perkuat Fondasi Generasi Emas
23 Agustus 2026
08:38
Hukum & Politik
Pembangunan Jembatan Hilizamurugo Dilanjutkan, Pemkab Nias Selatan Pastikan Infrastruktur Berjalan
22 Agustus 2026
00:38
Hukum & Politik
Bea Cukai Jember Musnahkan 7,4 Juta Batang Rokok Ilegal, Kerugian Negara Capai Rp7,2 Miliar
22 Agustus 2026
00:29
Ekonomi & Bisnis
Panas Bumi Patuha Dibidik untuk Dongkrak Efisiensi Industri Teh
22 Agustus 2026
00:04
Hukum & Politik
KUA-PPAS Perubahan APBD 2026 Disepakati, Pemkab Jember Fokus Perkuat Pelayanan Dasar
21 Agustus 2026
23:37