Detail Berita
Trenggalek Bangun Ekosistem Sepak Bola, Tak Lagi Andalkan Pembinaan Konvensional
Pewarta : Evelyne
01 April 2026
14:50
Bupati Trenggalek Mas Ipin memberi keterangan kepada awak media (Redaksi)
TRENGGALEK, enewsindo.co.id - Upaya mendorong perubahan pendekatan dalam pembinaan sepak bola daerah. Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menilai, pengembangan talenta muda tidak lagi cukup mengandalkan sistem konvensional, melainkan membutuhkan ekosistem yang lebih terbuka dan kolaboratif.
Mas Ipin sapaan akrabnya melihat selama ini banyak potensi pemain muda yang tidak tersalurkan secara optimal karena terbatasnya jalur pembinaan. Kondisi tersebut membuat peluang untuk menembus level profesional menjadi semakin sempit.
Karena itu, ia menginisiasi gerakan bersama dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, komunitas sepak bola, hingga pelaku industri olahraga. Pendekatan ini diharapkan mampu memperluas akses bagi talenta lokal untuk berkembang.
“Kita ingin talenta-talenta di Trenggalek ini punya jalan. Tidak bisa selamanya bergantung pada sistem yang sudah ada,” ujarnya.
Dalam kerangka tersebut, kompetisi diposisikan bukan sekadar ajang pertandingan, melainkan sarana strategis untuk menjaring bakat. Melalui turnamen di berbagai level, pemain muda dapat terpantau sekaligus mendapatkan pengalaman bertanding yang kompetitif.
Lebih jauh, Mas Ipin juga menyoroti pentingnya kehadiran pihak perantara, seperti agen atau perwakilan pemain. Peran ini dinilai krusial untuk menjembatani talenta lokal dengan klub profesional, sehingga proses pengembangan karier tidak berhenti di tingkat daerah.
Upaya ini sekaligus menjadi bentuk intervensi terhadap salah satu titik lemah pembinaan sepak bola daerah, yakni minimnya koneksi ke level yang lebih tinggi.
Di sisi lain, pembinaan formal yang selama ini dijalankan melalui Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI dan klub lokal seperti Persiga Trenggalek tetap dipertahankan. Namun, pemerintah daerah menambahkan jalur alternatif melalui program kolaboratif bertajuk MNA.
Mas Ipin menegaskan, MNA bukan merujuk pada namanya, melainkan akronim dari tiga figur sepak bola berpengalaman: Moah, Nanda, dan Ali. Keterlibatan mereka mencerminkan upaya menghadirkan pengalaman praktis dan jejaring profesional dalam proses pembinaan.
Pendekatan ini menunjukkan pergeseran strategi, dari yang semula berbasis institusi menjadi lebih berbasis kolaborasi lintas aktor. Dengan menghadirkan para pelaku sepak bola berpengalaman, proses pembinaan diharapkan menjadi lebih adaptif dan relevan dengan kebutuhan industri olahraga saat ini.
Melalui model ini, pemerintah daerah tidak hanya berupaya mencetak pemain berbakat, tetapi juga membangun sistem yang mampu mengantarkan mereka ke jenjang karier yang lebih tinggi.
“Dengan adanya dukungan para legenda, kita ingin talenta muda punya lebih banyak kesempatan untuk berkembang dan bersaing,” kata Mas Ipin.
Jika berjalan optimal, inisiatif ini berpotensi menjadi fondasi baru bagi pengembangan sepak bola di daerah. Tidak hanya memperkuat basis pembinaan, tetapi juga membuka jalan bagi lahirnya pemain-pemain Trenggalek yang mampu bersaing di kancah regional hingga nasional. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Ekonomi & Bisnis
Jember 5K Fun Run Diserbu 2.300 Peserta, Siap Jadi Agenda Tahunan
16 Mei 2026
20:13
Ekonomi & Bisnis
Masuki Musim Tanam 2026, PTPN I Regional 5 Kebun Tembakau Gelar Donor Darah
16 Mei 2026
19:57
Hiburan
Jember Kembali Jadi Lautan Hiburan, Karnaval SCTV Hadir Dua Hari Penuh
16 Mei 2026
17:58
Hukum & Politik
Ngaku Pegiat Antikorupsi Tanpa Legalitas, Perubahan : Terancam Jerat Pidana
16 Mei 2026
00:16
Hukum & Politik
Rembuk Tani di Banyuwangi, Zulhas Pastikan Pupuk Lancar dan Harga Gabah Menguntungkan Petani
15 Mei 2026
21:30