Detail Berita

Hukum & Politik

Mas Ipin Benahi Pendidikan dari Akar, Fasilitas Desa hingga Kompetensi Guru Jadi Fokus

Pewarta : Evelyne

01 April 2026

14:36

Bupati Trenggalek memberi keterangan kepada para Awak media (Redaksi)

TRENGGALEK, enewsindo.co.id - Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin terus tancap gas membenahi sektor pendidikan. Tidak setengah-setengah, peningkatan kualitas digarap dari dua sisi sekaligus: fasilitas dan kompetensi tenaga pendidik.

Komitmen itu disampaikan menjelang pelaksanaan pra Tes Kemampuan Akademik (TKA). Mas Ipin sapaan akrabnya menilai momen ini penting sebagai tolok ukur capaian pendidikan di daerahnya.

“Harapannya fasilitas pendidikan kita makin baik dan kualitasnya juga meningkat,” ujarnya.

Sorotan utama diarahkan ke wilayah pedesaan. Di sana, kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan dinilai masih cukup besar. Karena itu, ia mulai melakukan penguatan internal, termasuk menempatkan figur baru yang dinilai mampu mengoptimalkan pengelolaan aset pendidikan, terutama di desa.

Langkah tersebut bukan tanpa alasan. Menurutnya, optimalisasi aset sekolah menjadi kunci agar aliran dana dari APBD maupun APBN bisa masuk lebih maksimal. Dengan dukungan anggaran yang kuat, pembaruan fasilitas pendidikan diharapkan berjalan berkelanjutan.

Tak berhenti di infrastruktur, Mas Ipin juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas guru. Ia menilai, pembenahan fasilitas tidak akan berdampak signifikan tanpa diiringi peningkatan kompetensi tenaga pengajar.

“Fasilitas penting, tapi kualitas guru juga harus ikut naik,” tegasnya.

Di sisi lain, persoalan klasik soal aset pendidikan kembali mencuat. Salah satunya terjadi di Desa Sengon. Masyarakat sempat melakukan iuran untuk pengadaan aset sekolah. Mas Ipin mengakui, status lahan sekolah yang belum jelas menjadi pekerjaan rumah serius. 

Ia menjelaskan, banyak sekolah di masa lalu dibangun secara swadaya tanpa administrasi yang lengkap. Kini, kondisi tersebut memunculkan persoalan baru ketika ahli waris pemilik lahan tidak mengakui kesepakatan lama.

Tak jarang, muncul tuntutan kompensasi hingga ancaman penutupan sekolah. Situasi ini dinilai bisa mengganggu proses belajar mengajar jika tidak segera ditangani. “Sekarang kita harus menyelesaikan status tanahnya,” jelasnya.

Pemkab Trenggalek pun tengah merumuskan solusi. Namun, Mas Ipin menegaskan, kebijakan yang diambil harus tetap mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.

“Kalau semua tanah harus dibeli dengan APBD, tentu akan berat. Maka perlu solusi yang adil dan bijak,” tandasnya.

Ke depan, pemerintah daerah berkomitmen menuntaskan persoalan aset pendidikan sekaligus meningkatkan mutu layanan secara menyeluruh. Targetnya jelas: menciptakan generasi muda Trenggalek yang lebih berkualitas dan berdaya saing. (*)

Tags : #PendidikanTrenggalek #MasIpin #FasilitasSekolah #KompetensiGuru #AsetPendidikan #enewsindo

Ikuti Kami :

Komentar