Detail Berita
Halalbihalal PMI Jember, Menyulam Nilai Kemanusiaan dalam Kehangatan Silaturahmi
Pewarta : Evelyne
27 Maret 2026
12:10
Pengurus, staf, dan relawan PMI Kabupaten Jember bersalaman dalam acara halalbihalal sebagai simbol saling memaafkan dan mempererat kebersamaan (Evelyne)
JEMBER, enewsindo.co.id - Di tengah ritme kerja kemanusiaan yang kerap menuntut kecepatan dan ketangguhan, keluarga besar Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember mengambil jeda sejenak untuk menengok ke dalam diri.
Melalui momentum Halalbihalal yang digelar Jumat (27/3/ 2026), para “pejuang humanitarian” tidak sekadar berkumpul, tetapi juga merajut ulang makna pengabdian dalam bingkai spiritual dan kemanusiaan.
Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, menegaskan bahwa Halalbihalal bukan hanya ritual seremonial, melainkan fondasi untuk memperkuat kebersamaan dalam menjalankan misi kemanusiaan.
Baginya, gerakan PMI tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai universal yang selaras dengan ajaran agama.
“Hakikat acara ini adalah merajut silaturahmi dan meningkatkan persaudaraan umat. Sebagai lembaga yang diakui dunia, gerakan kita harus mencerminkan Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Bashariyah, dan Ukhuwah Insaniyah yang kuat,” ujarnya, menekankan bahwa solidaritas kemanusiaan harus berangkat dari hati yang terhubung satu sama lain.
Dimensi spiritual dalam kegiatan ini semakin menguat melalui tausiyah yang disampaikan oleh KH Abdul Haris. Ia mengajak para hadirin untuk memahami bahwa keberhasilan sejati tidak semata ditentukan oleh kerja keras, melainkan juga oleh restu Ilahi dan kualitas hubungan dengan sesama manusia.
Dalam perspektifnya, relasi antarmanusia atau hablumminannas menjadi titik krusial yang kerap luput dari perhatian. Ia mengingatkan bahwa luka yang ditinggalkan dalam hubungan sosial tidak mudah terhapus, bahkan bisa menjadi penghalang dalam perjalanan spiritual seseorang.
“Kunci kesuksesan itu ada pada rida orang tua. Cara kita memperlakukan mereka hari ini adalah cerminan bagaimana kita akan diperlakukan di masa depan,” tuturnya, menggarisbawahi pentingnya etika dan empati dalam lingkup keluarga maupun sosial.
Lebih jauh, ia menggambarkan karakter “ahli surga” sebagai pribadi yang lapang hati mampu memaafkan bahkan ketika disakiti. Dalam konteks kerja kemanusiaan, pesan ini terasa relevan. Para relawan PMI, yang kerap bersentuhan dengan situasi penuh tekanan dan emosi, dituntut tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga jernih secara batin.
“Jika penyakit hati makin tipis, maka jarak kita dengan surga akan semakin dekat,” ungkapnya, seraya mengingatkan bahwa kemarahan yang dipelihara hanya akan menjauhkan manusia dari nilai-nilai kebaikan.
Pada akhirnya, Halalbihalal ini bermuara pada satu simbol sederhana namun sarat makna saling bersalam-salaman. Di balik gestur itu, tersimpan komitmen untuk membuka lembaran baru menghapus sekat, meredam ego, dan memperkuat niat untuk mengabdi dengan lebih tulus.
Bagi PMI Jember, kebersamaan yang terjalin hari itu bukanlah akhir, melainkan titik awal. Sebuah pengingat bahwa di balik setiap aksi kemanusiaan, terdapat fondasi tak kasatmata berupa hati yang bersih, hubungan yang harmonis, dan niat yang lurus demi kemanusiaan yang lebih luas. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Hampir 99 Persen Laporan Dana Desa Masuk, Inspektorat Nias Selatan Tunggu Hasil Tim Teknis
23 September 2026
19:44
Hukum & Politik
Polri Perkuat Integrasi Data untuk Transformasi Layanan SKCK, Targetkan Pencetakan Mandiri pada 2027
23 September 2026
17:17
Advertorial
Membatik di Tengah Hamparan Teh, Pengalaman Wisata Baru di PTPN I Regional 5 Kebun Wonosari
23 September 2026
17:11
Hukum & Politik
Tersinggung Teguran, Pria di Sampang Bacok Mertua Tiri
23 September 2026
17:00
Advertorial
31 Jamaah Bondowoso Siap Berangkat Umrah, Manasik Jadi Bekal Sebelum ke Tanah Suci
23 September 2026
16:56