Detail Berita

Hukum & Politik

Rakor APBDes 2026, Mas Rio Minta Kades Satu Frekuensi, Jangan Jalan Sendiri

Pewarta : Hidayat

26 Maret 2026

23:35

Bupati Situbondo Mas Rio (tengah) bersama jajaran dan kepala desa saat Rakor APBDes 2026 di Pendopo Rakyat, Kamis 26 Maret 2026 (Hidayat)

SITUBONDO, enewsindo.co.id - Pemerintah Kabupaten mulai memanaskan mesin pembangunan desa. Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), pemkab menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) APBDes Tahun Anggaran 2026 di Pendopo Rakyat, Kamis (26/3/2026).

Forum ini tak sekadar membahas anggaran. Lebih dari itu, menjadi ajang menyamakan persepsi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah desa. Sekaligus mempererat hubungan emosional antar-pemangku kebijakan.

Hadir langsung Bupati Situbondo yang akrab disapa Mas Rio, Wakil Bupati Ulfiah, Sekretaris Daerah Akhmad Yulianto, Kepala DPMD Muhammad Imam Darmaji, Kepala BKAD Haryadi Tejo Laksono, jajaran kepala OPD, serta sekitar 90 kepala desa se-Situbondo.

Mas Rio menekankan pentingnya kesamaan cara pandang dalam menjalankan roda pemerintahan. Menurutnya, perbedaan perspektif adalah hal yang tidak bisa dihindari.

“Mari kita mulai berpikir dengan kacamata yang sama, bahwa kita adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Perbedaan cara pandang itu wajar, bahkan sunatullah. Tapi selama untuk kepentingan masyarakat, itu positif,” tegasnya.

Ia mengingatkan, kepala desa memiliki ruang gerak yang lebih fleksibel dibanding aparatur sipil negara (ASN). Namun, koordinasi tetap harus berjalan dalam satu jalur agar program tidak tumpang tindih. “Jangan jalan sendiri-sendiri. Harus tetap satu pintu. Kalau tidak, pembangunan bisa tidak sinkron,” ujarnya.

Mas Rio juga menyoroti pentingnya peran camat sebagai penghubung antara desa dan kabupaten. Ia meminta seluruh kepala desa untuk mengedepankan komunikasi melalui kecamatan. “Saya minta setiap persoalan di desa dilaporkan melalui camat terlebih dahulu. Camat juga harus mengawal APBDes agar selaras dengan visi ‘Situbondo Naik Kelas’,” katanya.

Tak hanya itu, para camat diminta memiliki data detail terkait kondisi wilayah, khususnya jalan rusak. Hal ini dinilai penting untuk menentukan prioritas pembangunan di tengah keterbatasan anggaran.

Pasalnya, kondisi keuangan daerah saat ini masih terbebani, terutama setelah penanganan bencana banjir. Karena itu, pemkab meminta seluruh pihak lebih selektif dalam menentukan program.

Mas Rio mengungkapkan, ada tiga kebutuhan utama masyarakat yang harus menjadi perhatian. Yakni perbaikan infrastruktur jalan, penerangan jalan umum, dan peningkatan layanan kesehatan.

“Kita harus jemput bola. Turun langsung ke lapangan. Kadang yang kita anggap kecil, bagi masyarakat itu besar sekali. Jangan hanya menunggu laporan di balik meja,” tandasnya.

Menutup arahannya, Mas Rio juga mengingatkan adanya tantangan global yang bisa berdampak ke daerah, seperti potensi kenaikan harga energi akibat konflik internasional.

Ia pun mengajak kepala desa untuk tidak mengeluh dan mulai mengedepankan solusi berbasis kolaborasi.

“Jangan banyak mengeluh. Kita hidupkan lagi gotong royong, kerja bakti. Itu kekuatan desa yang tidak boleh hilang,” pungkasnya.

Rakor diakhiri dengan permohonan maaf lahir dan batin dari jajaran Pemkab Situbondo kepada seluruh kepala desa yang hadir. Momen tersebut sekaligus menjadi penguat kebersamaan dalam mendorong Situbondo naik kelas. (*)


Tags : #Situbondo #PemkabSitubondo #MasRio #APBDes2026 #RakorAPBDes #PembangunanDesa #DesaNaikKelas #SitubondoNaikKelas #enewsindo

Ikuti Kami :

Komentar