Detail Berita
PMI Silo Siapkan Sidomulyo Jadi Kampung Donor
Pewarta : Evelyne
09 Maret 2026
11:04
Warga mengikuti kegiatan donor darah Ramadhan yang digelar PMI Kecamatan Silo di Masjid Mukhlisin, dekat Pasar Silo pada 9 Maret 2026, malam. (Istimewa)
JEMBER, enewsindo.co.id - Gerakan donor darah di Kecamatan Silo terus berkembang, tidak hanya mengandalkan kegiatan insidental, namun Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Silo mulai membangun pola gerakan berbasis desa agar pasokan darah bagi masyarakat tetap terjaga.
Setelah berjalan di beberapa titik, PMI Silo kini menyiapkan Desa Sidomulyo sebagai Kampung Donor berikutnya. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas partisipasi warga dalam kegiatan kemanusiaan sekaligus memperkuat stok darah di Kabupaten Jember.
Ketua PMI Kecamatan Silo yang juga menjabat Sekretaris Camat (Sekcam) Silo, Purnomo Setyabudi, mengatakan bahwa gerakan donor darah di wilayahnya terus digencarkan melalui pendekatan langsung ke masyarakat.
Hal itu disampaikannya di sela kegiatan Donor Darah Ramadan yang digelar di Masjid Mukhlisin, dekat Pasar Silo, Minggu (08/03/2026) malam.
Menurut Purnomo, saat ini kegiatan donor darah di Kecamatan Silo telah berjalan rutin di dua titik utama. Pertama di Balai Desa Sempolan yang digagas oleh warga Simpang Tiga Sempolan. Kedua di Masjid Mukhlisin yang memiliki lokasi strategis di kawasan Pasar Silo.
“Kami akan berupaya keras menyosialisasikan kepada masyarakat Silo agar lebih rutin mendonorkan darah,” ujarnya.
Ia menambahkan, ke depan setiap desa akan didorong untuk mengirimkan perwakilan, minimal dari perangkat desa, sebagai contoh bagi masyarakat agar terbiasa berpartisipasi dalam donor darah.
Dalam kegiatan di Masjid Mukhlisin tersebut, petugas berhasil mengumpulkan 13 kantong darah. Jumlah itu sebenarnya berpotensi lebih banyak, namun Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Jember sementara hanya menerima pendonor dengan golongan darah tertentu.
Pasalnya, stok darah golongan A dan AB di PMI Jember masih mencukupi sehingga pendonor dengan golongan darah tersebut belum dapat dilayani.
Kondisi ini sempat menghadirkan momen unik sekaligus mengharukan ketika salah satu tokoh masyarakat setempat tidak diperbolehkan mendonor.
“Pak Kasun di sini golongannya A, jadi tidak bisa donor karena memang belum diperbolehkan oleh petugas. Beliau sebagai salah satu penggerak sempat merasa kecewa karena semangatnya tinggi, tapi belum bisa menyumbangkan darahnya kali ini,” kata Purnomo.
Gerakan yang dilakukan PMI Kecamatan Silo mendapat apresiasi dari Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah. Ia menilai langkah menjemput partisipasi warga hingga ke tingkat desa menjadi strategi efektif untuk menjaga ketersediaan darah, terutama selama bulan suci Ramadan.
Dengan rencana pengaktifan Desa Sidomulyo sebagai Kampung Donor, Kecamatan Silo diproyeksikan dapat menjadi salah satu penyumbang darah terbesar di wilayah Jember Timur. Skema Kampung Donor diharapkan mampu menjaga keberlanjutan gerakan kemanusiaan tersebut melalui partisipasi aktif masyarakat desa. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Edarkan Ribuan Pil Koplo saat Ramadan, Pria Banyuwangi Diciduk Polisi
9 Maret 2026
21:02
Hukum & Politik
Bupati Jember Perkuat Pencegahan Narkoba di Kalisat Lewat Pendekatan Spiritual
9 Maret 2026
20:55
Ekonomi & Bisnis
Jaga Stabilitas Harga, Pemkab Jember Gelar Pasar Murah di Sumberjeruk
9 Maret 2026
19:54
Ekonomi & Bisnis
Momentum Nyepi Berbarengan Lebaran, Mobilitas Masyarakat Diperkirakan Meningkat
9 Maret 2026
16:44
Ekonomi & Bisnis
Iuran JKN, BPJS Kesehatan Belum Ada Kenaikan
9 Maret 2026
16:23