Detail Berita

Ekonomi & Bisnis

Walk-In Interview Dinilai Efektif, 150 Pencaker Berebut 11 Kuota di Sektor Industri Makanan

Pewarta : Redaksi

05 Maret 2026

13:46

Cris Kuntadi Sekjen Kemnaker berbincang dengan salah satu pencari kerja saat meninjau pelaksanaan walk-in interview di Gedung Pusat Pasar Kerja (Istimewa)

JAKARTA, enewsindo.co.id - Antusiasme 150 pencari kerja (pencaker) yang mengikuti walk-in interview di Gedung Pusat Pasar Kerja, Jakarta, Rabu (04/03/2026), mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses kerja yang cepat dan pasti.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta memperebutkan 11 kuota tenaga kerja pada sembilan posisi di perusahaan industri makanan dengan penempatan di wilayah Jabodetabek.

Kegiatan yang difasilitasi Kementerian Ketenagakerjaan ini tidak sekadar menjadi ajang rekrutmen, melainkan juga bagian dari strategi memperpendek jarak antara pencaker dan pemberi kerja.

Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, menilai metode wawancara langsung lebih efektif dibandingkan seleksi administrasi daring yang kerap memakan waktu dan menyisakan ketidakpastian bagi pelamar.

“Metode walk-in interview ini lebih efektif dalam penyerapan tenaga kerja dibandingkan melalui seleksi administrasi daring yang memakan waktu lebih lama,” ujar Cris saat meninjau pelaksanaan kegiatan.

Secara substantif, model ini menawarkan transparansi proses. Perusahaan dapat menilai kompetensi dan karakter kandidat secara langsung, sementara pencaker memperoleh kejelasan tahapan seleksi tanpa harus menunggu berlarut-larut. Dalam konteks pasar kerja yang kompetitif, kepastian waktu menjadi faktor penting yang memengaruhi psikologis dan kesiapan pencaker.

Kemnaker juga mengintegrasikan kegiatan ini dengan platform SIAPkerja sebagai bagian dari penguatan sistem layanan ketenagakerjaan berbasis digital. Cris mengimbau peserta untuk memperbarui profil secara berkala agar proses verifikasi dan pencocokan kompetensi dapat berjalan lebih cepat pada kesempatan berikutnya.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap talenta Indonesia mendapatkan akses yang cepat dan transparan untuk memperoleh pekerjaan,” kata dia.

Di sisi lain, pelaksanaan walk-in interview menunjukkan peran negara tidak berhenti pada fungsi fasilitasi. Pemerintah juga memastikan proses rekrutmen berlangsung sesuai regulasi ketenagakerjaan, termasuk perlindungan hak-hak pekerja sejak tahap awal seleksi. Artinya, percepatan akses kerja tetap berada dalam koridor tata kelola yang tertib dan akuntabel.

Dari perspektif dunia usaha, pola ini dinilai adaptif terhadap kebutuhan industri yang menuntut respons cepat. Talent Acquisition Specialist PT Bangkit Lakukuliner Indonesia, Carmenita Natali, menyebut skema tersebut membantu perusahaan menjaring kandidat berkualitas secara lebih efisien. Bahkan, sejumlah peserta sebelumnya telah terserap bekerja melalui mekanisme serupa.

“Kami harap pemerintah terus mendukung industri food and beverages dalam pola rekrutmen pencaker seperti ini,” ujarnya.

Ke depan, keberlanjutan agenda walk-in interview yang digelar rutin di Gedung Pusat Pasar Kerja menjadi indikator komitmen pemerintah dalam memperluas akses kesempatan kerja. Tantangannya terletak pada konsistensi penyediaan lowongan yang relevan dengan kebutuhan industri, serta peningkatan kesiapan kompetensi pencaker agar selaras dengan permintaan pasar.

Tags : #Kemnaker #WalkInInterview #PusatPasarKerja #PencariKerja #LowonganKerja #Jabodetabek #InfoKerja

Ikuti Kami :

Komentar