Detail Berita
Timur Tengah Memanas, Ratusan Jemaah Umrah Surabaya Ditunda Keberangkatannya
Pewarta : Redaksi
05 Maret 2026
13:40
Agen travel umrah di Surabaya menunda keberangkatan jemaah demi keselamatan. (Foto: Istimewa)
SURABAYA, enewsindo.co.id - Meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah berdampak pada jadwal keberangkatan umrah dari Indonesia. Sekitar 300 warga asal Surabaya, Jawa Timur, terpaksa menunda perjalanan ke Tanah Suci sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keselamatan para jemaah.
Penundaan tersebut dilakukan menyusul potensi gangguan penerbangan akibat dinamika geopolitik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Sejumlah biro perjalanan umrah di Surabaya mulai menyiapkan skema penjadwalan ulang keberangkatan bagi para jemaah. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan rute penerbangan maupun pembatasan penerbangan internasional jika situasi konflik semakin meningkat.
General Manager Travel Umrah Panglima Ekspres Surabaya, Ami, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan situasi keamanan dan kebijakan penerbangan internasional sebelum memastikan jadwal keberangkatan jemaah.
“Rencananya ada delapan kelompok atau lebih dari 300 jemaah yang dijadwalkan berangkat pada 21 Maret 2026. Namun untuk sementara kami menunda sambil menunggu perkembangan situasi di Timur Tengah,” ujar Ami, Jumat (6/3).
Ia menjelaskan, keselamatan jemaah menjadi prioritas utama biro perjalanan. Oleh karena itu, pihaknya berkoordinasi dengan maskapai penerbangan serta otoritas terkait untuk memastikan perjalanan umrah tetap aman dan nyaman.
“Kami tidak ingin mengambil risiko. Jika kondisi sudah dipastikan aman, keberangkatan akan segera dijadwalkan ulang. Para jemaah juga kami minta tetap tenang karena seluruh proses keberangkatan akan tetap difasilitasi,” katanya.
Sementara itu, berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh) milik Kementerian Agama Republik Indonesia, tercatat sekitar 58.000 warga negara Indonesia masih berada di Arab Saudi untuk menjalankan ibadah umrah.
Dalam periode 28 Februari hingga 1 Maret 2026, sebanyak 6.047 warga Indonesia dilaporkan telah kembali ke Tanah Air dengan aman di tengah dinamika konflik kawasan.
Pemerintah bersama biro perjalanan umrah terus memantau perkembangan situasi geopolitik guna memastikan keselamatan seluruh jemaah Indonesia yang berada di maupun yang akan berangkat ke Arab Saudi. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Ekonomi & Bisnis
Nias Selatan Siap Pamerkan Warisan Leluhur Lewat Maniamolo Fest 2026
4 Juni 2026
21:30
Hukum & Politik
Korban Kebakaran Saat Berusia 10 Bulan, Firdaus Butuh Perhatian Pemerintah
4 Juni 2026
20:43
Hukum & Politik
Evaluasi Pj Kepala Desa Jember Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Desa
4 Juni 2026
17:40
Hukum & Politik
Polresta Banyuwangi Gelar Bakti Kesehatan Sambut Hari Bhayangkara ke-80
4 Juni 2026
17:39
Hukum & Politik
Nanik Sudaryati Deyang Pimpin BGN, Gerindra Bondowoso Beri Dukungan dan Harapan Baru
4 Juni 2026
17:32