Detail Berita

Hukum & Politik

Buka Puasa Wali Kota di Wali Barokah, Simbol Konsolidasi Sosial Kota Kediri

Pewarta : Siddik

05 Maret 2026

13:20

Wali kota Kediri Vinanda Prameswati memberikan santunan kepada anak yatim dan dhuafa usai Buka Bersama di Pondok Pesantren Wali Barokah (Siddik)

KOTA KEDIRI, enewsindo.co.id - Momentum Ramadan kembali dimaknai sebagai ruang untuk memperkuat solidaritas sosial. Hal itu tercermin dalam kegiatan Buka Puasa Bersama serta Santunan Anak Yatim dan Duafa yang dihadiri Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati di Pondok Pesantren Wali Barokah, Rabu (04/03/2026).

Kehadiran kepala daerah di lingkungan pesantren bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Dalam konteks sosial-keagamaan Kota Kediri, pertemuan antara pemerintah daerah, ulama, dan masyarakat tersebut mencerminkan upaya membangun komunikasi yang lebih cair dan inklusif di tengah dinamika pembangunan kota.

“Melihat komposisi kehadiran sore hari ini, saya merasa optimistis karena di ruangan ini hadir seluruh unsur penting Kota Kediri,” ujar Vinanda saat mengawali sambutan.

Wali kota yang akrab disapa Mbak Wali itu memaparkan bahwa ulama menjaga nilai dan moral umat, aparat memastikan stabilitas serta keamanan, lembaga keuangan menopang keseimbangan ekonomi, pemerintah menghadirkan kebijakan yang berpihak pada rakyat, dan masyarakat menjadi ruh dari seluruh sendi kehidupan kota.

“Inilah wajah Kota Kediri yang sesungguhnya: kolaboratif, rukun, dan saling menguatkan,” katanya.

Pernyataan tersebut menegaskan arah kepemimpinan yang menempatkan kolaborasi sebagai fondasi tata kelola. Di tengah dinamika nasional dan regional, pemerintah disebut tengah bekerja keras menjaga stabilitas harga pangan serta memperkuat perlindungan sosial selama Ramadan hingga Idul fitri.

Menurut Dia, kebijakan itu bermuara pada satu tujuan, yakni agar masyarakat merasa aman, tenang, dan sejahtera. Di tingkat kota, Pemerintah Kota Kediri berupaya memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar, inflasi terkendali, bantuan sosial tepat sasaran, UMKM tetap bergerak, serta daya beli masyarakat terjaga.

“Kami juga terus memperkuat ruang dialog lintasagama dan organisasi agar kerukunan yang sudah terbangun tetap terawat dengan baik,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa sekuat apa pun kebijakan pemerintah tidak akan cukup tanpa dukungan ulama dan kebersamaan masyarakat. “Kota ini akan kuat jika ulama dan umara berjalan beriringan,” tuturnya.

Mbak Wali juga menyampaikan pesan khusus kepada anak-anak yatim penerima santunan. Ia memastikan pemerintah hadir untuk menjamin hak pendidikan dan perlindungan mereka. “Kalian adalah anak-anak hebat. Jangan pernah merasa kecil,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Pondok Pesantren Wali Barokah, Sunarto, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diisi dengan santunan kepada 100 anak yatim serta pembagian 750 paket sembako untuk duafa. Bantuan itu terwujud berkat partisipasi perorangan, dunia usaha, dan komunitas.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ukhuwah dan silaturahmi sekaligus mendukung terwujudnya Kota Kediri yang MAPAN, menjunjung toleransi, kebersamaan, dan kekompakan,” ujarnya.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut antara lain Wakil Wali Kota Qowimuddin, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran DPRD, kepolisian, TNI, Kementerian Agama, organisasi keagamaan, serta pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Kediri. (*)

Tags : #KotaKediri #VinandaPrameswati #WaliKotaKediri #Ramadan2026 #BukaPuasaBersama #PesantrenWaliBarokah #SantunanAnakYatim #PeduliDuafa #KediriMAPAN #enewsindo.co.id

Ikuti Kami :

Komentar