Detail Berita

Hukum & Politik

Diguyur Hujan Dua Hari, Gereja Kristen Jawi Wetan Bondowoso Ambruk

Pewarta : Eko

04 Maret 2026

18:17

Kondisi bangunan Gereja Kristen Jawi Wetan Bondowoso yang ambruk Rangka atap galvalum dan genteng berserakan di halaman gereja (Eko)

BONDOWOSO, enewsindo.co.id - Bangunan Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) di Kabupaten Bondowoso yang baru beberapa tahun diresmikan, ambruk pada Rabu (04/03/2026) sekitar pukul 08.00 Pagi.

Bagian atap dan genteng roboh setelah diguyur hujan selama dua hari berturut-turut. Struktur atap berbahan galvalum terlihat ambrol dan menimpa bagian dalam bangunan.

Peristiwa itu sontak mengejutkan warga sekitar. Dari penuturan sejumlah warga, suara dentuman keras terdengar tiba-tiba pada pagi hari, memecah suasana yang sebelumnya lengang. 

“Kami kira ada pohon tumbang atau ledakan apa. Setelah dilihat, ternyata gereja sudah ambruk,” kata salah satu warga yang rumahnya berjarak tak jauh dari lokasi.

Warga pun bergegas menuju pusat suara untuk memastikan kejadian tersebut. Mereka mendapati atap bangunan sudah runtuh, dengan rangka yang melengkung dan genteng berserakan di dalam area gereja.

Beruntung, tidak ada aktivitas ibadah maupun kegiatan lain saat kejadian berlangsung. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut. Namun, kerusakan bangunan terbilang cukup parah dan membuat gereja tidak dapat difungsikan sementara waktu.

Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid yang akrab disapa Ra Hamid, langsung meninjau lokasi setelah menerima laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso.

"Kita datang untuk memastikan kondisi bangunan sekaligus mengevaluasi potensi risiko lanjutan," ujar Ra Hamid kepada awak media.

Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut, Kepala BPBD Kabupaten Bondowoso, Kristianto. Ia menyatakan pihaknya akan melakukan asesmen teknis guna mengetahui penyebab pasti ambruknya atap.

"Termasuk meneliti kekuatan struktur dan dampak curah hujan yang terjadi dalam dua hari terakhir," terang Kristianto.

Secara interpretatif, peristiwa ini menandai pentingnya evaluasi konstruksi bangunan publik, terutama yang menggunakan material ringan seperti galvalum pada bagian atap.

Intensitas hujan tinggi yang terjadi belakangan ini diduga memberi beban tambahan pada struktur, terlebih jika sistem drainase atau kemiringan atap tidak optimal.

Pemerintah daerah memastikan area sekitar telah diamankan untuk mencegah warga mendekat, sembari menunggu hasil kajian teknis.

Sementara itu, pihak gereja diminta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk langkah perbaikan dan pemulihan fungsi bangunan.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem yang kian sering terjadi menuntut kesiapan infrastruktur yang lebih adaptif dan tahan terhadap perubahan iklim, terutama bagi bangunan fasilitas umum dan tempat ibadah. (*)

Tags : #GKJWBondowoso #Bondowoso #AtapAmbruk #BangunanRoboh #GerejaAmbruk #BPBDBondowoso #BupatiBondowoso #enewsindo.co.id

Ikuti Kami :

Komentar