Detail Berita
Upgrade PUSDASIP, BKPSDM Kota Kediri Dorong ASN Berorientasi Hasil
Pewarta : Siddik
23 Februari 2026
19:29
Kepala Bidang Pengembangan dan Pembinaan ASN BKPSDM Kota Kediri, Kris Wahyudi, (Istimewa)
KEDIRI, enewsindo.co.id - Perubahan sistem kinerja aparatur tak lagi sekadar soal pembaruan aplikasi. Di balik layar, ada upaya menyelaraskan cara kerja, pola pikir, hingga arah capaian organisasi. Itulah yang coba ditegaskan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Kediri melalui Webinar Lentera Mapan Seri 2 bertema “PUSDASIP Insight, Dari Upgrade Menuju Implementasi”.
Kegiatan yang digelar secara daring itu menjadi ruang konsolidasi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Kediri untuk menyamakan persepsi menyikapi perubahan pada Aplikasi PUSDASIP. Tak sekadar pembaruan teknis, webinar ini diarahkan untuk memperkuat implementasi sistem manajemen kinerja yang lebih terintegrasi dan berdampak nyata.
Kepala BKPSDM Kota Kediri Tanto Widjohari melalui Kepala Bidang Pengembangan dan Pembinaan ASN Kris Wahyudi menyebut, forum tersebut merupakan momentum penting dalam proses transisi dan penyempurnaan sistem manajemen kinerja.
Salah satu perubahan utama pada PUSDASIP adalah penguatan integrasi antara uraian jabatan (urjab) dengan Rencana Hasil Kerja (RHK). Integrasi ini dirancang agar linier dengan sistem e-Kinerja milik Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Selama ini, terdapat tantangan dalam sinkronisasi antara e-Kinerja dan urjab, sehingga meskipun pegawai telah bekerja keras, capaian kinerja organisasi belum sepenuhnya tergambar secara optimal,” terang Kris.
Melalui pembaruan tersebut, PUSDASIP tidak lagi sekadar memuat uraian jabatan. Sistem itu kini diformulasikan mencakup RHK dan Indikator Kinerja Individu (IKI). Selanjutnya, IKI akan diturunkan menjadi rencana aksi yang terstruktur dalam PUSDAY.
Dalam penjelasannya, Kris menyoroti dua poin krusial dalam masa transisi ini. Pertama, linieritas total. RHK dan IKI dipastikan selaras dengan target besar yang ingin dicapai masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dengan begitu, setiap pekerjaan individu memiliki benang merah yang jelas terhadap sasaran strategis organisasi.
Kedua, orientasi pada hasil. Sistem yang diperbarui menekankan capaian nyata, bukan sekadar rutinitas administratif. Kinerja diposisikan sebagai konstruksi konkret yang mencerminkan dampak dan kontribusi riil bagi organisasi.
“Capaian kinerja bukan sekadar dokumentasi, melainkan cerminan komitmen bersama antara pejabat penilai dan pegawai yang dinilai. Diperlukan sinergi, komunikasi, serta komitmen kuat agar penyusunan RHK dan IKI dapat dilakukan secara paripurna,” ujarnya.
Webinar Lentera Mapan Seri 2 ini diharapkan menjadi titik tolak perubahan budaya kerja ASN Kota Kediri. Bukan hanya adaptif terhadap sistem, tetapi juga responsif terhadap target kinerja yang lebih terukur.
BKPSDM mengajak seluruh ASN membangun sistem kerja yang lebih cerdas, selaras, dan berkinerja tinggi. “Marilah kita menyusun RHK dan IKI dengan sungguh-sungguh agar energi yang kita bangun setiap hari benar-benar berdaya guna bagi OPD masing-masing." Pungkas Kris
Komentar
Berita Terbaru
Operasi Waspada Wira Celurit 2026, Subdenpom V/3-2 Jember dan Aparat Gabungan Jaga Kondusivitas Ramadan 1447 H
23 Februari 2026
23:12
Upgrade PUSDASIP, BKPSDM Kota Kediri Dorong ASN Berorientasi Hasil
23 Februari 2026
19:29
Sungai di Gang Malabar Bondowoso Nyaris Sentuh Jembatan
23 Februari 2026
19:01
PUPR Kediri Perbaiki Jembatan Lama, Perbaikan Total Dipertimbangkan
23 Februari 2026
18:58
SMPN 3 Grogol Bangun Tiga Tempat Ibadah, Perkuat Pendidikan Toleransi dan Moderasi Beragama
23 Februari 2026
16:23
Berita Terpopuler