Detail Berita

Hukum & Politik

Ribu Antusiasme Ramadan di Sumenep: Jemaah Antre Sejak Siang hingga Meluber ke Jalan

Pewarta : Redaksi

21 Februari 2026

09:32

Suasana jamaah sholat teraweh pada 21 Februari 2026 (foto: Istimewa)

Sumenep, enewsindo.co.id - Ribuan warga di Kabupaten Sumenep, Pulau Madura, Jawa Timur, menjadi sorotan publik setelah video antrean salat tarawih sejak siang hari viral di media sosial. Peristiwa yang terjadi pada hari pertama tarawih, Rabu (18/2), itu memperlihatkan jemaah sudah memadati area Masjid Wakaf Abdullah, Kelurahan Kepanjin, Kecamatan Kota, bahkan meluber hingga ke badan jalan. Mereka datang dengan membawa sajadah masing-masing dan menggelarnya secara rapi di sepanjang ruas jalan sekitar masjid demi memastikan mendapatkan tempat untuk melaksanakan ibadah tarawih pada malam harinya.

Dalam sejumlah video yang beredar, suasana siang hingga sore hari tampak semakin padat. Jemaah terlihat duduk berjejer sambil menunggu waktu berbuka puasa dan pelaksanaan salat Isya serta tarawih. Fenomena ini pun memicu beragam respons dari warganet, terutama setelah muncul informasi bahwa kegiatan tersebut bertepatan dengan penyaluran zakat mal oleh Ketua Banggar DPR RI sekaligus Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, MH Said Abdullah. Penyaluran zakat itu disebut sebagai agenda rutin tahunan yang didistribusikan melalui sejumlah masjid dan musala di berbagai titik.

Tim distribusi zakat mal, Moh Fauzi, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan kewajiban yang secara konsisten ditunaikan setiap tahun. Ia menyebut zakat mal itu menjadi bagian dari komitmen untuk berbagi kepada masyarakat menjelang dan selama Ramadan. Di sisi lain, unggahan dari beberapa akun media sosial juga menyebutkan bahwa para jemaah menerima amplop berisi uang sebesar Rp300 ribu usai pelaksanaan tarawih, meski informasi tersebut menuai beragam tanggapan dan diskusi di ruang publik.

Viralnya antrean sejak siang hari ini tidak hanya mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat dalam menyambut Ramadan, tetapi juga memunculkan perbincangan lebih luas mengenai dinamika sosial di balik kegiatan keagamaan. Sebagian warganet memuji semangat berbagi dan berharap sedekah yang diberikan membawa keberkahan, sementara yang lain menyoroti fenomena tersebut dari sudut pandang sosial dan budaya. Terlepas dari pro dan kontra yang berkembang, peristiwa ini menjadi gambaran bagaimana momentum Ramadan kerap menghadirkan antusiasme besar sekaligus diskursus publik yang hangat di tengah masyarakat.

Tags : ##sumenep ##ramadhan ##jamaah ##madura ##muslim

Ikuti Kami :

Komentar