Detail Berita
Barge Crane Siaga di Selat Bali, Bangkai KMP Tunu Pratama Bakal Diangkat
Pewarta : Hariyadi
29 Januari 2026
20:27
Keterangan foto : Kapal barge crane atau tongkang bercakar disiagakan di perairan Selat Bali, dekat Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, persiapan pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya, 29 Januari 2026 (Istimewa)
BANYUWANGI, enewsindo.co.id - Kehadiran kapal jenis barge crane atau tongkang bercakar Pioner 88 di perairan Selat Bali menandai tahap awal persiapan pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya, kapal feri yang tenggelam pada Juli 2025 lalu. Meski demikian, otoritas menegaskan bahwa proses pengangkatan belum dimulai.
Kapal tongkang bercakar tersebut saat ini berada di sisi tenggara Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, dengan jarak relatif dekat dari titik tenggelam kapal yang telah diberi penanda buoy. Posisi itu dinilai strategis untuk mendukung operasi evakuasi bangkai kapal yang memerlukan presisi teknis dan tingkat keselamatan tinggi.
Kepala Satuan Polisi Perairan dan Udara (Kasatpolairud) Polrestabes Banyuwangi Kompol Muchammad Wahyudi membenarkan keberadaan Pioner 88 di lokasi. Namun, ia menekankan bahwa aktivitas kapal masih sebatas siaga operasional.
“Belum ada proses pengangkatan. Kapal tongkang bercakar itu baru berada di titik lokasi, belum ada pengangkatan sama sekali,” ujar Wahyudi, Kamis (29/1/2026).
Menurut Wahyudi, Pioner 88 telah berada di kawasan Selat Bali sejak beberapa hari terakhir. Seiring dengan itu, aparat melakukan sterilisasi area operasi dengan radius pengamanan sekitar 400 meter dari titik tenggelam. Langkah ini dilakukan untuk menjamin keselamatan pelayaran dan mencegah kapal lain melintas di sekitar lokasi evakuasi.
Sterilisasi kawasan tersebut mencerminkan kehati-hatian otoritas dalam menangani operasi berskala besar di jalur penyeberangan tersibuk antara Jawa dan Bali. Selat Bali merupakan lintasan vital transportasi laut nasional yang menuntut pengaturan lalu lintas ketat, terutama saat operasi teknis berlangsung.
Wahyudi menegaskan, kewenangan penuh atas proses pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya berada di tangan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banyuwangi. Peran kepolisian difokuskan pada pengamanan dan dukungan di lapangan.
“Semua proses pengangkatan, termasuk kapal, asuransi, dan tenaga kerja, menjadi tanggung jawab dan koordinasi KSOP,” kata Wahyudi.
Seperti diberitakan sebelumnya, KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di perairan Selat Bali pada malam 2 Juli 2025 saat berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Kapal milik PT Raputra Jaya itu mengangkut 84 orang, termasuk awak kapal.
Dalam peristiwa tersebut, sebanyak 30 penumpang dan kru berhasil diselamatkan. Sementara korban lainnya ditemukan meninggal dunia, dan sebagian dinyatakan hilang. Tragedi ini menjadi salah satu kecelakaan laut paling serius di jalur penyeberangan Jawa–Bali dalam beberapa tahun terakhir.
Hingga kini, publik masih menanti dimulainya proses pengangkatan bangkai kapal yang diharapkan dapat membuka jalan bagi evaluasi teknis lanjutan, sekaligus memberikan kepastian hukum dan keselamatan pelayaran di Selat Bali.
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
PMI Jember Buka Posko Lebaran, Siapkan Layanan Mobile
17 Maret 2026
17:29
Hukum & Politik
Menaker Pastikan Pengemudi Fit Sebelum Antar Pemudik
17 Maret 2026
16:50
Hukum & Politik
Antrean Panjang Kendaraan di Pelabuhan Ketapang Jelang Nyepi
17 Maret 2026
16:25
Ekonomi & Bisnis
Tamara Firstanty Membangun Ekosistem Bisnis yang Terintegrasi dan Berdampak Sosial
17 Maret 2026
14:30
Hukum & Politik
Pengamanan Ketat Warnai Olah TKP Ledakan Masjid Jember
17 Maret 2026
11:47