Detail Berita
Pupuk Bersubsidi di Bondowoso Langka, Musim Tanam 2026 Terancam Gagal
Pewarta : Eko
26 Januari 2026
13:04
Keterangan foto : Hamparan sawah padi di Bondowoso memasuki fase awal musim tanam. Kelangkaan pupuk bersubsidi jenis urea dan phonska dikhawatirkan mengganggu pertumbuhan tanaman dan berpotensi menurunkan produktivitas panen petani, 26 Januari 2026 (Eko)
BONDOWOSO, enewsindo.co.id - Memasuki musim tanam padi tahun 2026, petani di Kabupaten Bondowoso menghadapi kendala kelangkaan pupuk bersubsidi jenis urea dan phonska. Kondisi tersebut memaksa petani menyesuaikan pola pemupukan, langkah yang dikhawatirkan berdampak pada produktivitas tanaman.
Kelangkaan pupuk bersubsidi tidak hanya dirasakan di tingkat kios resmi, tetapi juga di distributor. Padahal, urea dan phonska merupakan kebutuhan utama petani padi pada fase awal pertumbuhan tanaman.“Pupuknya tidak ada,” ujar Solimin (60), petani asal Bondowoso, Senin (26/1/2026).
Solimin menuturkan, pupuk urea biasanya dijual seharga Rp180.000 per kuintal dan phonska Rp184.000 per kuintal. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, kedua jenis pupuk tersebut sulit diperoleh. Akibat keterbatasan pasokan, sebagian petani terpaksa mengurangi dosis pemupukan.
“Langkah ini diambil untuk menekan biaya produksi sekaligus menyesuaikan dengan ketersediaan pupuk di lapangan,” katanya. Namun, pengurangan dosis tersebut berisiko memengaruhi pertumbuhan tanaman dan hasil panen.
Di sejumlah wilayah, persoalan distribusi juga diikuti oleh kenaikan harga pupuk bersubsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Seperti di wilayah Kecamatan Grujugan, pupuk bersubsidi dilaporkan dijual dengan harga yang sulit dijangkau petani kecil, meski berstatus subsidi.
Kondisi ini menambah tekanan bagi petani yang bergantung pada pupuk bersubsidi untuk menjaga keberlanjutan usaha taninya. Petani berharap PT Pupuk Indonesia dapat mempercepat distribusi pupuk ke distributor dan kios resmi, terutama pada fase awal musim tanam ketika kebutuhan pupuk meningkat.
Jika kelangkaan terus berlanjut, petani khawatir beban produksi akan meningkat dan hasil panen menurun. Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab tersendatnya distribusi pupuk bersubsidi di Kabupaten Bondowoso.
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Gibran Apresiasi Desain Pasar Banyuwangi, Minta Penyempurnaan Sebelum Beroperasi
11 Juli 2026
06:49
Hukum & Politik
Perhutani dan Pemkab Bondowoso Serahkan PKS Agroforestry Kopi kepada 141 Petani Sumberwringin
10 Juli 2026
09:43
Hukum & Politik
Bupati Nias Selatan Lantik 64 Pejabat, Tekankan Kerja Cepat dan Bersih dari KKN
10 Juli 2026
06:55
Hukum & Politik
Polres Sampang Amankan 12 Terduga Pelaku Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak, 15 Orang Masih Diburu
9 Juli 2026
16:47
Ekonomi & Bisnis
PTPN I Perkuat Kemitraan Lahan Tembakau di Jember, Dorong Kesejahteraan Petani
9 Juli 2026
16:40