Detail Berita
Pesantren di Pusat Kota, Adz-Dzikra Banyuwangi Buktikan Realita Prestasi
Pewarta : Hakim Said
16 Januari 2026
07:37
Keterangan foto : Sertifikat penghargaan Mentari Science Competition 2025 yang diberikan kepada Yunita Daniatul Maula, siswi kelas IX SMP Kader Adz-Dzikra Banyuwangi, 16 Januari 2026 (Istimewa)
BANYUWANGI, enewsindo.co.id - Pondok Pesantren (Ponpes) Adz-Dzikra Banyuwangi dinilai sebagai fenomena yang langka namun nyata dalam perkembangan pendidikan pesantren di Indonesia.
Meski berusia relatif muda, pesantren yang didirikan oleh anak seorang TNI ini menunjukkan capaian prestasi dan konsep pendidikan yang tidak lazim bagi sebuah lembaga pendidikan berbasis pesantren.
Penilaian tersebut disampaikan oleh Ustadz Iskandar Zulkarnain Pembina Majlis Ta’lim Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari Kalibaru sekaligus Da’i Kamtibmas Polda Jawa Timur.
“Dua diksi yang paling tepat untuk Pondok Pesantren Adz-Dzikra adalah langka dan realita,” ujar Gus Kurnain, Jumat (16/1/2026).
Namun Adz-Dzikra tidak berhenti sebagai anomali geografis. Dalam usia sekitar tujuh tahun, pesantren ini mencatatkan sejumlah prestasi. Santri-santrinya meraih medali emas dalam olimpiade sains, kompetisi baca kitab kuning, hingga kejuaraan bela diri, dari tingkat kabupaten hingga nasional.

Salah satu capaian yang disebut Gus Kurnain ini adalah keberhasilan santri Adz-Dzikra dalam ajang Science Champion Nusantara 2025 di Jakarta. Prestasi itu, menurutnya, menegaskan bahwa usia lembaga bukan faktor penentu mutu.
Adz-Dzikra juga mengusung pendekatan pendidikan multibahasa. Selain pendalaman ilmu agama, santri dibekali kemampuan bahasa asing seperti Inggris, Jepang, dan Mandarin. Konsep ini merujuk pada pemaknaan Surat Ar-Rum ayat 22 tentang keberagaman bahasa sebagai tanda kebesaran Tuhan.
Di balik konsep dan capaian tersebut, peran pengasuh pesantren menjadi penopang utama. KH. Ir. Achmad Wahyudi, S.H., M.H. disebut tidak hanya mengajar kitab, tetapi juga membangun relasi personal dengan santri sebagai pendidik dan orang tua.
“Beliau bukan sekadar kiai pengajar. Ia hadir sebagai murabbi,” kata Gus Kurnain.
Ke depan, Gus Kurnain menilai pesantren seperti Adz-Dzikra memiliki peran strategis dalam membangun pendidikan yang tidak terpisah dari realitas sosial. Namun peran itu, menurutnya, tak bisa berjalan sendiri.
“Jika negara ingin generasi yang berilmu dan beretika, pesantren semacam ini seharusnya tidak dibiarkan berjalan sendirian,” ujarnya.
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Timpora Jember Perkuat Sinergi Pengawasan untuk Cegah Potensi Kerawanan Orang Asing
29 Juli 2026
11:04
Hukum & Politik
Menteri Kebudayaan Apresiasi Pelestarian Budaya Nias Selatan, Bawomataluo Didorong Jadi Warisan Dunia UNESCO
29 Juli 2026
09:21
Hukum & Politik
Bupati Situbondo Gandeng Trie Utami, Anyer–Panarukan Disiapkan Jadi Motor Pariwisata
28 Juli 2026
21:53
Hukum & Politik
Bupati Fawait Genjot Sosialisasi Program Prioritas hingga Pelosok, Home Care Jadi Andalan Layanan Kesehatan
28 Juli 2026
18:54
Hukum & Politik
HUT Ke-23 Nias Selatan Jadi Momentum Perkuat Pelestarian Budaya dan Pembangunan Daerah
28 Juli 2026
13:01