Detail Berita

Ekonomi & Bisnis

Reog - Jaranan Sumatera, Solidaritas Budaya Jawa untuk Korban Bencana

Pewarta : Ainur Rohman

29 Desember 2025

10:22

Reog dan jaranan Sumatera Solidaritas Budaya Jawa untuk korban bencana pada 28 Desember 2025 (foto : Ainur Rohman)

DELI SERDANG, enewsindo.co.id - Solidaritas tidak selalu lahir dari ruang rapat formal. Di Sumatera Utara, kepedulian itu justru berawal dari perdebatan panjang dan lemparan gagasan di sebuah grup WhatsApp para seniman, yang kemudian berbuah aksi nyata penggalangan donasi bagi korban bencana alam.

Sejumlah sanggar seni dari berbagai daerah sepakat menggelar aksi solidaritas berbasis kebudayaan. Mereka memilih mengekspresikan empati melalui seni Reog dan Jaranan warisan budaya Jawa yang telah tumbuh dan berakar di tanah Sumatera.

Pelaksanaan kegiatan disandarkan kepada Sanggar Seni Reog dan Jaranan Singopati Sebomanggoolo, yang kemudian ditetapkan sebagai motor penggerak utama aksi. Penggalangan donasi tersebut digelar di Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (28/12/2025).

Sejak siang hari, para seniman bergerak menyusuri rute dari Jalan Pusaka Desa Bandar Klippa hingga berakhir di Lapangan Reformasi Tembung. Atraksi Reog dan Jaranan yang ditampilkan di sepanjang perjalanan menyedot perhatian warga dan menjadi medium interaksi langsung antara seni, solidaritas, dan masyarakat.

Aksi ini dipimpin oleh tokoh seni Pramono, didampingi sontrot, serta didorong oleh Jaka, tokoh seni budaya Jawa yang dikenal aktif menggerakkan komunitas. Para seniman dari berbagai sanggar menampilkan keahlian mereka di hadapan publik, sekaligus mengajak masyarakat ikut ambil bagian dalam penggalangan donasi.

“Kami ingin menunjukkan bahwa seni bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana untuk berbagi dan menyatukan kepedulian,” ujar Pramono di sela kegiatan.

Ketua Umum LSM Amphibi Puja Kesuma menilai kegiatan tersebut sebagai wujud konkret solidaritas lintas budaya dan komunitas. Antusiasme juga terlihat dari masyarakat yang melebur tanpa sekat dan turut berpartisipasi dalam pengumpulan donasi.

Panitia menyampaikan apresiasi kepada Kepala Desa Bandar Klippa Suripno, Kapolsek Medan Tembung, serta Koramil Distrik 13 Tembung yang turut membantu pengamanan dan penertiban selama kegiatan berlangsung.

“Berkat dukungan semua pihak, acara berjalan tertib, aman, dan sesuai harapan,” ujar salah satu panitia.

Melalui aksi ini, para seniman berharap kebudayaan dan semangat kebhinekaan dapat terus menjadi pengikat solidaritas sosial, terutama dalam menghadapi musibah yang menimpa sesama di berbagai penjuru negeri.

Tags : #Solidaritas Seni #Budaya sebagai Empati #Reog di Sumatera #Jaranan Nusantara #Kebhinekaan Budaya #Seni Tradisi dan #Kemanusiaan #Gerakan Seniman #Aksi Sosial Berbasis Budaya

Ikuti Kami :

Komentar