Detail Berita

Hukum & Politik

Perhutani KPH Bondowoso Siap Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi di Musim Hujan

Pewarta : Eko

04 November 2025

20:31

Musim penghujan Perhutani KPH Bondowoso siap potensi bencana ekstrem dan hidrometeorologi, foto 4 November 2025 (foto : Istimewa/

BONDOWOSO, enewsindo.co.id - Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso menyatakan kesiapannya menghadapi potensi bencana ekstrem dan hidrometeorologi yang kerap terjadi selama musim penghujan.

Kesiapan tersebut disampaikan oleh Administratur Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, usai mengikuti Apel Gelar Pasukan Penanggulangan Bencana Ekstrem dan Hidrometeorologi di halaman Mapolres Bondowoso, Selasa (4/11/2025).

Munir menegaskan, Perhutani memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kelestarian kawasan hutan yang berfungsi sebagai daerah tangkapan air dan penyangga ekosistem.

Karena itu, kesiapsiagaan terhadap potensi bencana seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang menjadi bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan yang melekat pada tugas Perhutani.

“Kami mendukung penuh kegiatan kesiapsiagaan ini. Selain berfokus pada pelestarian hutan, kami juga memiliki kewajiban moral dan sosial untuk membantu masyarakat dalam upaya mitigasi bencana, khususnya di wilayah hulu yang rawan longsor dan banjir,” ujar Munir.

Perhutani KPH Bondowoso, lanjut Munir, telah membentuk Pusat Komando Pengendali (Puskodal) yang beroperasi 24 jam untuk memantau kondisi lapangan dan menyalurkan informasi cepat jika terjadi keadaan darurat. 

Di setiap Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) juga dibentuk satuan siaga yang terdiri dari Polisi Hutan, Mandor Lapangan, dan petugas teknis lainnya yang siap diterjunkan untuk membantu masyarakat serta melakukan tindakan tanggap darurat di kawasan hutan.

Selain personel, Perhutani juga menyiapkan peralatan pendukung kebencanaan seperti gergaji mesin, tali evakuasi, kendaraan operasional, alat komunikasi lapangan, serta perlengkapan pelindung diri bagi petugas. 

Kesiapan ini merupakan bentuk komitmen Perhutani dalam memperkuat sinergi lintas sektor untuk mengurangi risiko bencana di wilayah kerja KPH Bondowoso yang sebagian besar berupa daerah perbukitan dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap longsor dan banjir bandang.

Sementara itu, Wakapolres Bondowoso AKBP Harto Agung Cahyono dalam amanatnya menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi. 

Ia menyebut, kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan peran aktif seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, serta lembaga sosial dan kemanusiaan.

“Kesiapsiagaan bukan hanya tentang peralatan dan personel, tetapi juga kesadaran, kepedulian, dan kesiapan mental seluruh masyarakat. Dengan kerja sama yang solid dan terarah, kita dapat meminimalkan risiko serta dampak bencana di daerah kita,” tegas AKBP Harto.

Apel gelar pasukan tersebut diikuti jajaran Forkopimda Kabupaten Bondowoso, perwakilan TNI-Polri, serta sejumlah instansi terkait seperti BPBD, Dinas Sosial, Dinas Lingkungan Hidup, PMI, Tagana, Relawan Kebencanaan, dan unsur BUMN/BUMD termasuk Perhutani.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi kesiapan sumber daya manusia, sarana, dan prasarana dalam menghadapi potensi bencana alam di wilayah Bondowoso selama musim penghujan, sekaligus memperkuat koordinasi dan kemampuan respons cepat demi keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan hutan.


Tags : #Perhutani KPH Bondowoso #Bencana hidrometeorologi #Musim penghujan Bondowoso #Penanggulangan bencana Bondowoso #Polres Bondowoso

Ikuti Kami :

Komentar