Detail Opini
Rakyat Kangean Bersatu dalam Penolakan Rencana Pertambangan Migas, Pasti akan menang !
Pewarta : Ainur Rahman
23 Oktober 2025
22:04
Ainur Rahman, penulis opini.
Oleh: Ach Syaifur Rizal (Masyarakat yang akan terdampak tambang migas)
"Kangean Romana Keta" (Musahur)
Kita, rakyat Kangean, memiliki hak untuk mempertahankan keberlanjutan hidup. Dalam tradisi nenek moyang kita, tidak pernah diajarkan untuk mundur dalam memperjuangkan hak. Tak ada waktu untuk kalah!
Gelombang penolakan terhadap rencana pertambangan minyak dan gas di Pulau Kangean semakin besar. Dukungan penolakan dari masyarakat Kangean datang bertubi-tubi. Aksi demonstrasi dilakukan berkali-kali, baik di darat maupun di laut. Sedikit lagi kita bergerak secara kolektif rakyat pasti menang! Pasti menang!
Penolakan ini bukan sekadar penolakan tanpa alasan. Setiap elemen masyarakat memiliki kekhawatiran yang kuat dan sangat mendasar. Kaum nelayan khawatir pendapatan dari hasil tangkapan ikan akan menurun. Kaum tani takut tanahnya tidak lagi subur. Ada pula yang berkata, “Salah sedikit mengebor, Kangean bisa seperti Lumpur Lapindo.”
Kekhawatiran-kekhawatiran ini tidak bisa dianggap enteng oleh pemerintah maupun perusahaan. Memang, kekhawatiran tersebut sekilas tampak seperti asumsi yang beredar dari mulut ke mulut. Namun, alasan penolakan itu sesungguhnya diperkuat dengan landasan akademik yang ilmiah.
Pertama, Kangean tergolong pulau kecil. Karena itu, aktivitas pertambangan minyak dan gas jelas dilarang di Pulau Kangean sesuai peraturan perundang-undangan. (Lihat Pasal 35 Huruf J Undang-Undang tentang Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil).
Kedua, proyek pertambangan minyak dan gas yang diprakarsai PT Kangean Energy Indonesia (KEI) di Pulau Kangean tidak termasuk dalam Program Strategis Nasional (PSN). Artinya, proyek ini bukan kehendak negara, melainkan kepentingan bisnis semata. (Lihat Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025).
Ketiga, Pulau Kangean yang kecil ini memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, baik dari sektor pertanian, peternakan, maupun perikanan. Kehidupan masyarakatnya bergantung pada kekayaan alam tersebut.
Kaum nelayan sejahtera di laut, kaum petani sejahtera di sawah dan ladangnya, kaum peternak sejahtera di kandangnya. Tidak ditemukan satu pun penelitian ilmiah yang menunjukkan rakyat Kangean sejahtera karena tambang! (Lihat : Musahur, “Kangean, Selayang Pandang, Cerita Rakyat, Adat, dan Budaya.”)
Oleh karena itu, marilah kita bersatu, masyarakat Kangean! Penolakan terhadap pertambangan ini bukan sekadar penolakan emosional, tetapi penolakan yang berdasar pada hukum dan kajian ilmiah yang kuat. Selama rakyat bersatu, kita pasti menang!
Komentar
Berita Terbaru
Hiburan
Pawai Obor dan Patrol, Wajah Baru Takbiran Anak Muda Gebang Jember
21 Maret 2026
01:38
Hukum & Politik
Inisiatif Warga, Jalan Berlubang di Bondowoso Ditambal untuk Kurangi Risiko Kecelakaan
20 Maret 2026
15:56
Hukum & Politik
Kasus Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di Jember Naik Penyidikan
20 Maret 2026
14:02
Hukum & Politik
Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Pinggir Sungai Gumukmas -Jember
20 Maret 2026
11:30
Hukum & Politik
Di Ponpes Al Islah Bondowoso, Perbedaan Idul Fitri Disikapi sebagai Pemersatu
20 Maret 2026
09:17