Detail Berita
Aliansi Relawan Prabowo Gibran Gelar Demonstrasi di Bawas MA, Desak 3 Hakim PT Kupang Diperiksa dan Dicopot
Pewarta : Redaksi
31 Januari 2025
13:19
Gambar 1
JAKARTA, enewsindo.co.id- Puluhan massa dari Aliansi Relawan Prabowo Gibran (ARPG) menggelar demonstrasi di kantor Badan Pengawas Mahkamah Agung (Bawas MA) di Jalan Ahmad Yani Kav. 48 Jakarta Pusat, Jumat pagi (31/01/2025). Aksi ini menuntut tiga Majelis Hakim Pengadilan Tinggi (PT) Kupang untuk dicopot dan diganti terkait dugaan ketidakadilan dalam sengketa tanah di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Massa ARPG menganggap bahwa tiga hakim tersebut tidak bersikap adil dalam proses banding yang sedang berlangsung, khususnya dalam kasus sengketa tanah 11 hektar milik ahli waris almarhum pendiri Masjid Agung dan seorang guru agama yang diduga dianiaya oleh mafia tanah.
Andi Ulfa Umar, yang akrab disapa Ulfa Bone, dalam orasinya menegaskan bahwa ARPG adalah pihak yang terdepan dalam membela hak-hak rakyat, terutama dalam melawan mafia tanah.
"Kami telah mengirimkan surat pengaduan kepada Bawas MA untuk memeriksa 3 Majelis Hakim PT Kupang yang kami anggap berat sebelah," ujarnya. Ulfa juga menambahkan bahwa pihaknya telah melaporkan masalah ini kepada Bawas MA, Komisi Yudisial, Presiden, Kejaksaan Agung, dan KPK.
Sebelumnya, penggugat dalam sengketa tanah ini, Muhamad Rudini, telah melaporkan ke Bawas MA terkait dugaan ketidakadilan oleh tiga hakim tersebut. Ulfa menilai bahwa PT Kupang telah melanggar kode etik hakim dengan memerintahkan sidang ulang meskipun putusan di Pengadilan Negeri (PN) Labuan Bajo sudah selesai pada 23 Oktober 2024.
Tiga hakim PT Kupang yang terlibat adalah Tjondro Wiwoho, SH, MH, Ketut Tirta, SH, MH, dan Lucius Sunarno, SH, MH. "Kami meminta agar hakim-hakim ini segera diperiksa dan diproses sesuai dengan aturan yang berlaku," ujar Ulfa.
Koordinator Nasional ARPG, Syafrudin Budiman (Gus Din), juga mengajukan tiga tuntutan dalam aksi ini:
1. Sidang tambahan di PN Labuan Bajo harus dijadwalkan ulang untuk menghadirkan saksi ahli dari penggugat. Jika tidak, hakim yang bersangkutan harus dicopot atau diganti.
2. Harus ada azas keadilan, dengan hak yang sama bagi penggugat dan tergugat.
3. Hakim PT Kupang harus bersikap profesional dan berimbang.
ARPG menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal kasus sengketa tanah 11 hektar ini dan mendukung upaya hukum lainnya untuk memastikan keadilan bagi masyarakat, khususnya korban mafia tanah di Labuan Bajo.
Komentar
Berita Terbaru
Walk-In Interview Dinilai Efektif, 150 Pencaker Berebut 11 Kuota di Sektor Industri Makanan
5 Maret 2026
13:46
Buka Puasa Wali Kota di Wali Barokah, Simbol Konsolidasi Sosial Kota Kediri
5 Maret 2026
13:20
Pemkab Kediri Intensifkan OPM, Kendalikan Inflasi Jelang Idul Fitri 2026
5 Maret 2026
13:07
Minimnya Informasi Teknis, Transparansi Proyek Pelebaran Jalan Ruas Kencong Jadi Sorotan Warga
4 Maret 2026
20:25
Kunjungan KNRP ke Kota Kediri, Gus Qowim Perkuat Silaturahmi dan Kepedulian
4 Maret 2026
19:11
Berita Terpopuler