Detail Berita
Hukum & Politik
Mencegah penyalahgunaan pupuk bersubsidi Dinas Pertanian Sosialisasi Cegah Penyalahgunaan Pupuk Bersubsidi.
Pewarta : Evelyne Enewsindo
02 Agustus 2023
14:04
JOMBANG enewsindo.co.id- Rabu (2/8/2023) - Dinas Pertanian Kabupaten Jombang menggelar sosialisasi pengelolaan pupuk bersubsidi tahun 2023. Kegiatan ini bertempat di Kantor Dinas Pertanian Jombang dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kabid Produksi dan Sarpras Dinas Pertanian Eko Purwanto, Kasiintel Kejaksaan Deni Saputra, Bapenda Satria, anggota DPRD Sunardi, serta perwakilan petani dari 11 kecamatan kabupaten Jombang.
Tujuan kegiatan adalah memberikan pemahaman pada masyarakat tentang pengelolaan pupuk bersubsidi agar dapat dimanfaatkan dengan baik.
Dalam kesempatan itu Bapenda memberikan penjelasan tentang persyaratan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi, di antaranya adalah memiliki Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT).
Hal ini penting untuk memastikan bahwa pupuk bersubsidi digunakan oleh petani yang memang memenuhi syarat dan membutuhkannya.
Sementara Eko Purwanto menekankan agar masyarakat berhati-hati dalam penyerahan KTP kepada orang yang mengatasnamakan bantuan pupuk bersubsidi. Jika KTP terkumpul dan disalahgunakan oleh satu orang, maka semua petani yang menerima bantuan pupuk bersubsidi akan terkena imbasnya sebagai tersangka.
Acara dilaksanakan selama 2 hari, dimana pada hari Rabu dihadiri perwakilan petani dari 11 kecamatan, dan hari Kamis diikuti oleh perwakilan petani dari 10 kecamatan. Dalam acara ini juga dijelaskan bahwa batas maksimal untuk tanah seluas 2 hektar dengan subsidi pupuk urea 275kg per hektar.
Diharapkan sosialisasi ini dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan pupuk bersubsidi serta tidak ada lagi petani yang tidak mendapatkan pupuk bersubsidi dan produktivitas pertanian dapat meningkat di daerah .
Sementara Eko Purwanto menekankan agar masyarakat berhati-hati dalam penyerahan KTP kepada orang yang mengatasnamakan bantuan pupuk bersubsidi. Jika KTP terkumpul dan disalahgunakan oleh satu orang, maka semua petani yang menerima bantuan pupuk bersubsidi akan terkena imbasnya sebagai tersangka.
Acara dilaksanakan selama 2 hari, dimana pada hari Rabu dihadiri perwakilan petani dari 11 kecamatan, dan hari Kamis diikuti oleh perwakilan petani dari 10 kecamatan. Dalam acara ini juga dijelaskan bahwa batas maksimal untuk tanah seluas 2 hektar dengan subsidi pupuk urea 275kg per hektar.
Diharapkan sosialisasi ini dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan pupuk bersubsidi serta tidak ada lagi petani yang tidak mendapatkan pupuk bersubsidi dan produktivitas pertanian dapat meningkat di daerah .
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Gibran Apresiasi Desain Pasar Banyuwangi, Minta Penyempurnaan Sebelum Beroperasi
11 Juli 2026
06:49
Hukum & Politik
Perhutani dan Pemkab Bondowoso Serahkan PKS Agroforestry Kopi kepada 141 Petani Sumberwringin
10 Juli 2026
09:43
Hukum & Politik
Bupati Nias Selatan Lantik 64 Pejabat, Tekankan Kerja Cepat dan Bersih dari KKN
10 Juli 2026
06:55
Hukum & Politik
Polres Sampang Amankan 12 Terduga Pelaku Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak, 15 Orang Masih Diburu
9 Juli 2026
16:47
Ekonomi & Bisnis
PTPN I Perkuat Kemitraan Lahan Tembakau di Jember, Dorong Kesejahteraan Petani
9 Juli 2026
16:40