Detail Berita
Hukum & Politik
Dinas Pengairan Banyuwangi Targetkan 7000 Serapan Pekerja Lokal Tahun Ini
Pewarta : Anjasmara Enewsindo
16 Maret 2022
07:32
Ket: Sekdin Dinas PU Pengairan Banyuwangi Riza Al Fahroby
ENEWSINDO, Banyuwangi - Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Kabupaten Banyuwangi, di tahun ini menargetkan menyerap sebanyak 7.000 pekerja lokal terlibat dalam program padat karya irigasi. Penyerapan besar-besaran pekerja lokal ini, sebagai upaya dari PU Pengairan mendukung program Banyuwangi Rebound salah satunya dalam pemulihan ekonomi. Menurut Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi Guntur Priambodo melalui Sekdin Riza Al Fahroby, pihaknya memiliki dua skema pekerjaan konstruksi. Pertama bersifat padat karya murni dan skema kontraktual. "Ini kita melaksanakan kegiatan pemeliharaan baik itu saluran yang tersebar di 11 korsda. Jadi 11 korsda ini ada masing-masing padat karya yang dilakukan dengan mekanisme pemeliharaan saluran," jelas Riza, Rabu (16/3/2022). Kata dia, kegiatan infrastruktur yang ada di Dinas Pengairan Banyuwangi pada prinsipnya merupakan kegiatan yang membuka lapangan kerja. "Karena sebagian besar ini menggunakan tenaga manusia," tuturnya. Riza menyebut, tahun kemarin pihaknya bisa menyerap sekitar 6.900 pekerja, harapan tahun ini Dinas Pengairan bisa menyerap 7.000 pekerja bahkan lebih. "Dengan dua skema yakni skema padat karya murni dan skema kontraktual yang nantinya membuka lapangan kerja, mudah-mudahan ini bisa mencapai 7.500 tenaga yang bisa diserap," ungkapnya.(mam)Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Pemprov Jatim Percepat Pembangunan Ulang Jembatan Sentong Bondowoso
25 Februari 2026
19:39
Hukum & Politik
Imigrasi Jember Jemput Bola Layani WNA Lewat Rumah Ramah HAM
25 Februari 2026
19:00
Hukum & Politik
DPRD Trenggalek Soroti Penghentian Insentif 971 Kader KB
25 Februari 2026
16:49
Hukum & Politik
DPRD Trenggalek Desak Persiapan Pilkades 2027 Tak Tunggu PP
25 Februari 2026
10:11
Hukum & Politik
Izin Apotek Berbelit, Komisi IV DPRD Trenggalek Panggil OPD Terkait
24 Februari 2026
17:42
Berita Terpopuler