Detail Berita

Ekonomi & Bisnis

Truk untuk Desa, Sinyal Percepatan Ekonomi Berbasis Koperasi di Trenggalek

Pewarta : Evelyne

07 April 2026

15:03

Penyerahan simbolis bantuan sarana prasarana KDMP berupa mobil truk kepada desa di Kabupaten Trenggalek, disaksikan unsur Pemkab dan TNI (Redaksi)

TRENGGALEK, enewsindo.co.id – Langkah Pemerintah Kabupaten Trenggalek menyalurkan bantuan tahap pertama berupa satu unit mobil truk kepada 14 desa bukan sekadar distribusi fasilitas, melainkan sinyal kuat percepatan transformasi ekonomi desa berbasis koperasi. 

Bantuan tersebut diberikan kepada desa-desa yang telah menuntaskan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dalam seremoni yang digelar di halaman Kodim 0806 Trenggalek.

Di balik penyerahan itu, tersirat strategi pembangunan yang menempatkan desa sebagai pusat pertumbuhan baru. Pemerintah daerah tampak ingin memastikan bahwa koperasi tidak berhenti sebagai simbol kelembagaan, tetapi benar-benar bergerak sebagai entitas ekonomi yang produktif.

Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohamad Natanegara, menegaskan bahwa bantuan truk ini dirancang sebagai pemicu sekaligus insentif. Desa yang bergerak cepat menyelesaikan pembangunan KDMP akan langsung merasakan dukungan konkret dari pemerintah.

“Ini sebagai penyemangat bagi desa lain. Karena sudah terbukti, ketika pembangunan selesai, bantuan sarana seperti truk langsung diserahkan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut mengindikasikan pendekatan berbasis kinerja (performance-based), di mana percepatan pembangunan desa didorong melalui imbal balik nyata. Dalam waktu dekat, sekitar 10 desa lain disebut akan menyusul merampungkan KDMP dan berpeluang memperoleh bantuan serupa.

Sebanyak 14 desa penerima tahap awal tersebar di berbagai kecamatan, mulai dari Karangan, Tugu, Gandusari, Durenan, hingga Panggul dan Suruh. Penyebaran ini menunjukkan upaya pemerataan akses ekonomi, tidak hanya terpusat di wilayah tertentu.

Sementara itu, Komandan Kodim 0806 Trenggalek, Isnanto Roy Saputro, menargetkan seluruh pembangunan KDMP rampung pada Agustus mendatang. Ia juga mengungkapkan adanya tambahan bantuan berupa becak roda tiga sebagai sarana distribusi skala mikro.

Menurutnya, keberadaan armada ini akan memperlancar rantai distribusi hasil panen masyarakat desa. Artinya, koperasi tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga berfungsi sebagai simpul logistik yang memperpendek jalur distribusi.

Lebih jauh, integrasi KDMP dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) memperlihatkan arah kebijakan yang saling terhubung. Kolaborasi ini berpotensi menciptakan ekosistem ekonomi desa yang tidak hanya produktif, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan sosial masyarakat.

Dengan dukungan sarana transportasi dan sinergi lintas program, KDMP diharapkan mampu menjelma menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan. Trenggalek pun sedang menguji model pembangunan desa yang tidak lagi bergantung pada bantuan semata, melainkan bertumpu pada kemandirian yang difasilitasi secara strategis. (*)

Tags : #Trenggalek #KDMP #KoperasiDesa #EkonomiDesa #BantuanTruk #enewsindo

Ikuti Kami :

Komentar