Detail Berita

Ekonomi & Bisnis

Gus Bupati Tegaskan Kabupaten Jember Prioritaskan Pertanian

Pewarta : Wahyudiono

07 April 2026

16:58

Bupati Jember Muhammad Fawait di acara "Bunga Desaku" di Pendopo Kantor Desa Suco (Yud)

JEMBER, enewsindo.co.id – Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan bahwa keberpihakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto serta program “Jember Baru, Jember Maju” terhadap sektor pertanian semakin nyata dan terukur.

Hal tersebut tercermin dari besarnya alokasi anggaran tahun 2025 yang bersumber dari APBD maupun APBN, yang disebut menjadi salah satu yang terbesar sepanjang sejarah pembangunan pertanian di Kabupaten Jember.

Menurut Bupati yang akrab dengan sapaan Gus Bupati ini, komitmen tersebut tidak berhenti di tahun ini. Pada 2026, anggaran sektor pertanian direncanakan kembali meningkat, dengan fokus pada program-program strategis yang berdampak langsung terhadap produktivitas petani. 

"Salah satu program unggulan yang menjadi prioritas adalah Oplah atau optimalisasi lahan," katanya, di acara Bunga Desaku di Pendopo Kantor Desa Suco Kecamatan Mumbulsari, Selasa (7/4/2026).

Ia menjelaskan, capaian Oplah sebelumnya berkisar antara 4.000 hingga hampir 5.000 hektare. Namun pada tahun ini, pemerintah menargetkan peningkatan signifikan menjadi 7.000 hingga 8.000 hektare.

Selain itu, terdapat pula dukungan program lain seperti Airpom serta bantuan alsintan (alat dan mesin pertanian) yang terus digelontorkan untuk memperkuat sektor pertanian di daerah. “Ini bukan sekadar konsep, melainkan bentuk nyata keberpihakan pemerintah kepada petani melalui program konkret,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengakui bahwa dampak dari program tersebut tidak dapat dirasakan dalam waktu singkat. Terutama untuk pembangunan infrastruktur dan penyediaan alat pertanian, hasilnya akan terlihat dalam jangka menengah.

Dengan optimalisasi lahan yang masif serta dukungan pemerintah pusat, Gus Bupati optimistis Kabupaten Jember dapat kembali menempati posisi strategis sebagai lumbung pangan di Jawa Timur bahkan tingkat nasional.

Pemerintah daerah, lanjutnya, juga akan terus mengawal pelaksanaan program di lapangan. Namun demikian, partisipasi aktif masyarakat, khususnya kelompok tani, menjadi kunci keberhasilan program tersebut karena implementasi teknis berada di tingkat bawah.

Terkait pupuk, Pemkab Jember mendorong agar pengembangan pupuk organik menjadi ranah kelompok tani. Berdasarkan hasil turun lapang, banyak kelompok tani yang telah mampu memproduksi pupuk organik secara mandiri. Hal ini dinilai dapat memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus memperkuat kemandirian petani.

“Kami tidak ingin bersaing dengan masyarakat dalam produksi pupuk, tetapi justru memperkuat peran mereka,” tegasnya.

Dalam penentuan prioritas program, Gus Bupati menyebut Oplah lebih diutamakan dibandingkan pembangunan JUT (Jalan Usaha Tani). Meski keduanya penting, Oplah dinilai memiliki dampak langsung terhadap peningkatan produktivitas pertanian, sementara JUT lebih berfungsi sebagai akses distribusi hasil panen.

“Kalau tidak ada hasil panen, maka tidak ada yang bisa diangkut. Karena itu, sesuai arahan Menteri dan Wakil Menteri Pertanian, prioritas utama adalah Oplah,” jelasnya.

Program optimalisasi lahan sendiri merupakan strategi peningkatan luas panen, bukan perluasan lahan. Dari yang sebelumnya hanya satu kali panen, diharapkan dapat meningkat menjadi dua hingga tiga kali panen dalam setahun.

Gus Bupati pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal program tersebut agar berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan petani di Kabupaten Jember. (*)

Tags : #JemberMaju #PetaniSejahtera #OplahJember #PertanianHebat #JemberBaru #enewsindo

Ikuti Kami :

Komentar