Detail Berita
Usai Jembatan Sukowiryo Terputus, Polres Bondowoso Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Pewarta : Evelyne
26 Februari 2026
18:55
Wakapolres Bondowoso Kompol I Gede Suartika bersama jajaran terkait meninja jalur alternatif di wilayah Curahdami, 26 Februari 2026 (Istimewa)
BONDOWOSO, enewsindo.co.id - Terputusnya jembatan di Desa Sukowiryo menghadirkan persoalan yang lebih luas dari sekadar kerusakan fisik. Jembatan itu selama ini menjadi penghubung penting antara Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Jember. Ketika akses terhenti, denyut mobilitas warga mulai dari pekerja harian, pelajar, hingga distribusi logistik ikut terdampak.
Dalam situasi semacam ini, respons cepat menjadi krusial. Polres Bondowoso bergerak menyiapkan rekayasa lalu lintas sebagai solusi sementara. Rapat koordinasi lintas instansi digelar di Pendopo Kecamatan Curahdami, Kamis (26/2/2026), guna memetakan jalur alternatif yang paling memungkinkan.
Curahdami dipilih sebagai rute pengalihan arus kendaraan dari arah Jember menuju Bondowoso. Pilihan itu tentu mempertimbangkan aspek teknis dan keselamatan. Wakapolres Bondowoso Kompol I Gede Suartika menegaskan, langkah tersebut diambil melalui kajian bersama berbagai pihak.
“Kami melakukan koordinasi intensif untuk memastikan rekayasa lalu lintas berjalan optimal. Pengalihan arus dari arah Jember diarahkan melalui Curahdami. Tim terus melakukan evaluasi agar skema ini efektif dan masyarakat tetap merasa aman serta nyaman,” ujarnya.
Tim khusus yang dibentuk Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo turut melakukan pemetaan langsung di lapangan. Monitoring di Desa Jetis, Curahdami, menunjukkan sejumlah tantangan, jalan berlubang dan bergelombang, penyempitan di beberapa titik, tanjakan dan turunan ringan, hingga titik buta (blind spot) yang memerlukan perhatian ekstra.
Temuan tersebut menegaskan bahwa jalur alternatif bukan tanpa risiko. Karena itu, rekomendasi penambahan rambu, marka jalan, serta penerangan menjadi bagian dari upaya meminimalkan potensi kecelakaan.
Rekayasa lalu lintas diposisikan sebagai kebijakan dinamis terus dievaluasi dan disempurnakan.
Langkah aparat di lapangan bersiaga pada jam rawan, mengatur arus kendaraan, sekaligus memberi imbauan menjadi bagian dari ikhtiar menjaga rasa aman masyarakat. Di tengah keterbatasan infrastruktur, kehadiran negara diuji melalui ketepatan respons dan kekuatan koordinasi.
Peristiwa ini sekaligus mengingatkan bahwa infrastruktur bukan hanya soal bangunan fisik, melainkan simpul penggerak kehidupan sosial dan ekonomi. Ketika satu titik terganggu, dampaknya merembet ke banyak sektor. Karena itu, solusi darurat perlu dibarengi dengan perencanaan jangka panjang agar ketahanan konektivitas wilayah tetap terjaga.
Untuk sementara, jalur Curahdami menjadi penopang mobilitas dua kabupaten. Sinergi antarinstansi dan pengawasan berkelanjutan diharapkan mampu menjaga keselamatan pengguna jalan hingga solusi permanen atas jembatan yang terputus dapat direalisasikan.
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Polres Probolinggo Bubarkan Balap Liar di Dringu, 67 Motor Diamankan
12 April 2026
22:50
Pendidikan & Teknologi
Haul ke-39 KH Farouq Muhammad Khidmat, Gus Fikri Kenang Tirakat Orang Tua
12 April 2026
22:41
Hukum & Politik
Pemuda Katolik Banyuwangi Tancap Gas Usai Dikukuhkan Langsung Gaungkan Persaudaraan
12 April 2026
11:48
Hukum & Politik
INKA Kebut Pengiriman Gerbong Datar ke Palembang
11 April 2026
18:31
Hukum & Politik
Penganiayaan di Kebalenan Banyuwangi Berakhir Damai, Polisi Hentikan Kasus Lewat RJ
11 April 2026
15:57