Detail Opini

Hukum & Politik

Awal Puasa di Tengah Bencana, 1.200 Warga Aceh Bertahan di Pengungsian

Pewarta : Mila

20 Februari 2026

15:36

Warga terdampak bencana menjalani awal Ramadan di lokasi pengungsian dengan fasilitas seadanya sambil menunggu bantuan dan pemulihan kondisi, 19 Februari 2026 (Istimewa)

ACEH, enewsindo.co.id - Sebanyak 1.200 jiwa atau 260 kepala keluarga di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, terpaksa menjalani hari pertama Ramadhan 1447 Hijriah di tenda pengungsian pada Kamis (19/2/2026). Hingga kini, para penyintas banjir bandang yang terjadi pada 26 November 2025 masih bertahan di hunian darurat dengan kondisi terbatas.

Sebagian warga mendirikan tenda di atas lahan bekas rumah mereka yang telah hancur, sementara lainnya membangun tempat tinggal sementara dari material kayu sisa bangunan yang terseret arus banjir. Kondisi tersebut menggambarkan belum adanya kepastian relokasi maupun pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak.

Salah seorang penyintas, Wahyu Rahmah, mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum terlihat realisasi pembangunan hunian sementara di Desa Sekumur. Ia menyebut seluruh wilayah desa nyaris rata dengan tanah akibat terjangan banjir, sehingga warga masih harus bertahan dengan fasilitas seadanya.

Dari keseluruhan bangunan yang ada sebelum bencana, hanya satu unit masjid dan dua rumah warga yang masih berdiri. Masjid tersebut kini menjadi pusat kegiatan ibadah sekaligus tempat berkumpul masyarakat selama bulan Ramadhan, termasuk untuk pelaksanaan salat tarawih.

Selain persoalan hunian, warga juga menghadapi keterbatasan pasokan bahan pangan. Sekretaris Desa Sekumur, M Saiful Juari, membenarkan bahwa ribuan warga masih berada di pengungsian dan berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan hunian sementara serta memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama Ramadhan.

Tags :

Ikuti Kami :

Komentar